Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

#BersamaUntukAnak, SOS Children's Villages Indonesia Jaga Masa Depan Anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Karina Asta Widara , Jurnalis-Sabtu, 02 Oktober 2021 |10:17 WIB
#BersamaUntukAnak, SOS Children's Villages Indonesia Jaga Masa Depan Anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19
Foto: Doc SOS Children Villages Indonesia
A
A
A

JAKARTA- Hampir dua tahun berlalu sejak pandemi Covid-19 menyerang Indonesia, kini anak-anak menjadi salah satu pihak yang merasakan dampak lanjutan terjadinya pandemi karena banyak orangtua mereka yang meninggal karena penyakit tersebut.

Melalui penelitian The Lancet1, terdapat 1,5 juta anak di seluruh dunia kehilangan orang tua karena Covid-19. Anak-anak yang menghadapi kondisi ini menjadi sangat rentan untuk tidak terpenuhi hak-haknya.

Mereka akan kehilangan kasih sayang, hilangnya rasa aman, terancamnya tempat tinggal, risiko putus sekolah, terbatasnya akses kesehatan, dan tidak terpenuhinya nutrisi serta gizi yang baik. Kementerian Sosial menyampaikan ada sebanyak 25.202 anak (per 7/9/2021) yang kehilangan orang tua, baik yatim, piatu dan yatim piatu akibat Covid-19.

Anak-anak ini harus menghadapi kenyataan bahwa salah satu atau kedua orang tua mereka telah meninggal dunia. Hal ini tentunya mengakibatkan anak tidak lagi mendapatkan pengasuhan dan perlindungan dari orangtuanya. Mereka yang kehilangan kedua orangtuanya tersebut harus berpindah pengasuhan ke pengasuhan alternatif.

Hal ini menunjukkan bahwa hak anak atas lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif yang berkualitas menjadi isu yang genting untuk diperhatikan oleh pemerintah, masyarakat sipil, dan stakeholder lain.

Melihat permasalahan di atas, SOS Children’s Villages Indonesia sebagai organisasi yang bergerak pada bidang pengasuhan alternatif berbasis keluarga (PABK) bergerak untuk memenuhi hak-hak anak Indonesia yang kehilangan orang tua karena Covid-19.

Melalui press conference bertemakan #BersamaUntukAnak, SOS Children’s Villages Indonesia memaparkan hasil dari inisiatif asesmen secara cepat (rapid assessment) di dua wilayah kerja SOS Children’s Villages (Kota Semarang dan Daerah Istimewa Yogyakarta) yang difokuskan pada anak yatim piatu. 

Adapun rapid assesement ini menghasilkan temuan yang dijabarkan oleh Tri Dewi Saraswati selaku Advocacy Coordinator and Child Protection Specialist SOS Children’s Villages Indonesia, antara lain:

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement