Skor Kepatuhan Jaga Prokes Membaik, Masyarakat Diminta Tidak Lengah

Agustina Wulandari , Okezone · Selasa 05 Oktober 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 1 2481567 skor-kepatuhan-jaga-prokes-membaik-masyarakat-diminta-tidak-lengah-3xk8QdYgel.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok.Okezone)

JAKARTA - Penerapan PPKM Darurat yang berlaku sejak 3 Juli lalu dilanjutkan dengan PPKM bertingkat atau leveling, hingga saat ini telah berlangsung selama tiga bulan. Kinerja penanganan Covid-19 terus membaik yang ditunjukkan dari positivity rate harian sudah mendekati 1 persen dan Bed Occupancy Rate (BOR) di bawah 10 persen. Kemudian, penurunan level PPKM di banyak wilayah berdampak pada meningkatnya mobilitas penduduk.

Meningkatnya mobilitas masyarakat ternyata diimbangi dengan meningkatnya kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan, baik kepatuhan dalam memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun. "Kita bersyukur bahwa tingkat kepatuhan protokol kesehatan (prokes) terus membaik," kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny B. Harmadi.

Baca Juga: Pakar Jelaskan Pentingnya Prokes dan Vaksinasi Lindungi Diri dari Covid-19

Dashboard Monitoring Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan pada periode 3 Juli hingga 2 Agustus 2021, skor kepatuhan memakai masker di angka 7,78, naik menjadi 7,92 pada periode sebulan terakhir (3 September - 2 Oktober 2021). Skor kepatuhan menjaga jarak juga meningkat dari 7,73 pada periode 3 Agustus-2 September 2021 menjadi 7,80 pada periode 3 September-2 Oktober 2021.

Kemudian, skor kepatuhan mencuci tangan juga meningkat dari 7,84pada periode 3 Agustus-2 September 2021 menjadi 7,88 untuk periode 3 September-2 Oktober 2021. Namun, Sonny menyatakan pemerintah terus berupaya dan mengajak masyarakat untuk disiplin dan konsisten dalam melaksanakan prokes.

"Sebab kelengahan sedikit saja, akan berdampak terhadap lonjakan kasus," ucapnya. Sonny mengingatkan kita untuk belajar dari banyak negara bahwa pelanggaran aktivitas yang diikuti pelonggaran prokes justru menjadi bumerang dan berdampak terjadinya lonjakan kasus kembali.

Oleh karena itu, kata Sonny, pembukaan aktivitas secara bertahap di Indonesia, seiring penurunan level PPKM, justru harus dibarengi pengetatan prokes. "Ini akan menjadi kunci pemulihan ekonomi yang sejalan dengan penanganan kesehatan pandemi Covid-19," ujarnya.

Senada dengan Sonny, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengingatkan, meski skor prokes terus membaik, masyarakat jangan lengah menjaga prokes. Selain mengajak masyarakat tetap disiplin prokes, pemerintah juga mendorong dan memfasilitasi masyarakat untuk segera vaksinasi.

"Kementerian Kominfo terus mendorong, masyarakat tetap menjaga prokes terutama memakai masker dan segera divaksin lewat kampanye ayo pakai masker, ayo cepat vaksin," kata Johnny.

CM

(Wul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini