Namun, jika merujuk pada rotasi antarmatra dalam sejarah pergantian pucuk pimpinan TNI maka abituren Akademi Angkatan Udara (AAU) 1988 yang dilantik bersama-sama dengan Laksamana TNI Yudo Margono oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu, 20 Mei 2020 lalu ini tidak masuk dalam bursa calon Panglima TNI. Meskipun dalam Undang-Undang (UU) tidak ada aturan harus bergantian antarmatra.
"Secara kultur TNI, matra menjadi salah satu pertimbangan Presiden untuk menunjuk jabatan panglima TNI. Itu sebabnya kultur panglima TNI kadangkala mengikuti rolling matra. Jadi, kelebihan KASAL memang setelah AD, AU sekarang giliran AL. Tapi diatas semua itu semua berpulang pada Presiden sebagai pemilik hak preogratif. Apakah akan mempertimbangkan faktor ini atau tidak," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.