Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Irigasi Jebol, 45 Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen

Dharmawan Hadi , Jurnalis-Selasa, 12 Oktober 2021 |22:10 WIB
Irigasi Jebol, 45 Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen
Irigasi jebol membuat 45 hektare lahan terancam gagal panen (Foto : MPI)
A
A
A

SUKABUMI - Sedikitnya 45 hektare lahan pertanian padi dan palawija di wilayah Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, terancam gagal panen. Pasalnya, saluran irigasi Cikadu yang berfungsi untuk mengairi lahan pertanian warga rusak setelah diterjang bencana banjir bandang pada beberapa tahun silam. Namun, ironisnya hingga saat ini irigasi yang jebol akibat bencana alam itu, belum juga mendapatkan bantuan perbaikan.

Kasi Pemerintahan Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Yayan Suherman mengatakan kepada wartawan, saat ini warga Desa Semplak Kecamatan Sukalarang tengah mengeluh dengan kondisi saluran irigasi Cikadu yang ambruk setelah diterjang longsor pada tahun 2017 lalu. Pasalnya akibat dari kondisi itu, puluhan hektare lahan pertanian di wilayah tersebut tidak terairi dengan maksimal karena air tidak sampai ke sawah warga.

"Irigasi ini rusak pada 2017 lalu, akibat bencana saat hujan deras hingga mengakibatkan banjir dan langsung menerjang saluran irigasi. Iya, kalau hujan deras airnya suka meluap hingga tidak kuat menahan debit air, sehingga irigasi jebol. Dampaknya pada petani kalau musim kemarau maka dapat dipastikan akan mengalami kekeringan," kata Yayan kepada wartawan sambil menunjukan lokasi irigasi Cikadu pada Selasa (12/10/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, saluran irigasi Cikadu ini, selain untuk mengairi lahan pertanian di Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, juga kerap dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam di wilayah Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas. Namun, semenjak irigasi tersebut jebol diterjang banjir bandang, lahan pertanian warga tidak bisa dikelola secara maksimal. Lantaran, air dari irigasi tersebut tidak sampai ke sawah warga.

"Irigasi yang jebol itu, panjangnya ada sekitar tujuh meter. Jadi, irigasi ini untuk mengairi lahan pertanian di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Sukalarang dan Kecamatan Cireunghas," paparnya.

Menurutnya, saluran irigasi Cikadu itu merupakan salah satu akses air untuk lahan pertanian yang ada di wilayah Kecamatan Sukalarang dan Kecamatan Cireunghas. Untuk itu, saat ini para petani mengeluhkan kondisi saluran bendungan yang jebol itu. Akibat rusaknya saluran bendungan ini, telah berdampak pada lahan pesawahan warga menjadi tidak maksimal. Bahkan, jika sudah memasuki musim kemarau tidak sedikit lahan pertanian yang kondisinya retak-retak.

"Kalau musim hujan seperti ini, warga masih bisa bercocok tanam dengan sistem sawah tadah hujan. Itu pun tidak maksimal. Sementara, kalau musim kemarau maka dapat dipastikan lahan disini terlantar. Tetapi ada juga petani yang mengalihkan cocok tanamnya dari tanaman padi ke tanaman palawija atau tanaman yang tidak banyak membutukan pasokan air," imbuhnya.

Untuk itu, ia bersama warga lainnya, khususnya para petani di wilayah tersebut berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi agar dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki saluran bendungan yang jebol tersebut. Ini harus segera dilakukan agar para petani dapat maksimal dalam mengelola pertaniannya.

"Pemerintah desa juga sudah melaporkan kejadian ini, kepada dinas terkait. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan yang jelas. Sebab itu, saya bersama warga lainnya berharap ada solusi yang baik dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dalam menyelesaikan persoalan sawah petani di Desa Semplak ini. Iya, sawah petani tidak dapat dimanfaatkan menjadi sumber ekonomi warga dalam meningkatkan kesejahteraannya. Sebab, saluran bendungannya rusak diterjang bencana banjir," pungkasnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement