Kim Jong-un Bersumpah Bangun Militer yang Tak Terkalahkan

Susi Susanti, Okezone · Rabu 13 Oktober 2021 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 18 2485414 kim-jong-un-bersumpah-bangun-militer-yang-tak-terkalahkan-KjmVRW9iLx.jpg Pemimpin Korut Kim Jong-un (Foto: Reuters)

PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah bersumpah untuk membangun militer yang tak terkalahkan dalam menghadapi apa yang dikatakannya sebagai kebijakan bermusuhan dari Amerika Serikat (AS).

Kim Jong-un menambahkan bahwa pengembangan senjata adalah untuk pertahanan diri, dan bukan untuk memulai perang.

Kim membuat komentar di sebuah pameran pertahanan langka yang memamerkan berbagai rudal besar.

Korea Utara baru-baru ini menguji apa yang diklaimnya sebagai rudal hipersonik dan anti-pesawat baru.

Dalam pidatonya di pameran Bela Diri 2021 yang diadakan di ibukota Korea Utara, Pyongyang, Kim berbicara tentang pembangunan militer di Korea Selatan dan mengatakan bahwa Korea Utara tidak ingin melawan tetangganya.

(Baca juga: Korut Tawarkan Pemulihan Hubungan Langsung Antar-Korea)

"Kami tidak membahas perang dengan siapa pun, melainkan untuk mencegah perang itu sendiri dan secara harfiah meningkatkan pencegahan perang untuk perlindungan kedaulatan nasional," katanya.

Kim, dikelilingi oleh berbagai perangkat keras militer termasuk tank, menuduh AS memicu ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan.

(Baca juga: Adik Kim Jong-un Diprediksi Sebagai Pemimpin Korut Berikutnya)

Dia mengatakan "tidak ada dasar perilaku" untuk membuat Korea Utara percaya bahwa AS tidak bermusuhan.

Kim, secara tidak biasa, mengenakan sandal dengan kaus kaki yang dipasangkan dengan setelan formal berwarna gelap di pameran tersebut, memicu beberapa spekulasi baru di luar Korea Utara bahwa ini mungkin terkait dengan kesehatannya.

Kim diduga memiliki masalah medis terkait dengan berat badannya, termasuk asam urat yang dapat menyebabkan pembengkakan kaki. Dia telah terlihat pincang di depan umum di masa lalu.

"Dia kehilangan banyak berat badan dalam waktu singkat di bulan Mei, dan pada bulan September dia terlihat berdiri di atas tikar empuk selama pidato panjang, yang tidak bias,” terang Colin Zwirko, seorang analis NK News yang berbasis di Seoul, dikutip Reuters.

Korea Utara dilarang menguji coba rudal balistik dan senjata nuklir oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ini telah berulang kali melanggar larangan ini dan sebagai akibatnya telah mendapat sanksi yang berat.

Bulan lalu, badan atom PBB mengatakan Korea Utara tampaknya telah memulai kembali sebuah reaktor yang dapat menghasilkan plutonium untuk senjata nuklir, menyebutnya sebagai perkembangan yang "sangat meresahkan".

Korea Utara selalu menyatakan bahwa mereka perlu terus mengembangkan senjata untuk pertahanan.

Tetapi para pengamat mengatakan itu juga digunakan sebagai cara untuk menggalang negara miskin itu. Korea Utara diperkirakan berada dalam kesulitan ekonomi yang mengerikan setelah pihak berwenang menutup perbatasan untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Pasokan penting seperti makanan dan bahan bakar telah terputus dari China, sekutu politik dan ekonomi utama Korea Utara.

Sementara itu Korea Selatan baru-baru ini menguji senjata yang diluncurkan dari kapal selamnya sendiri.

Presiden AS Joe Biden telah berulang kali mengatakan bersedia untuk berbicara dengan Korea Utara. Namun AS menuntut Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya sebelum sanksi dapat dilonggarkan. Korea Utara pun menolak permintaan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini