Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Wali Kota Wanita yang Bangun Kembali Kotanya dari Kehancuran ISIS

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 16 Oktober 2021 |10:28 WIB
Kisah Wali Kota Wanita yang Bangun Kembali Kotanya dari Kehancuran ISIS
Walikota Layla Moustaffa mati-matian membangun kembali kota kelahirannya (Foto: BBC)
A
A
A

Populasi telah membludak dan meningkat hingga mencapai hampir satu juta, termasuk yang baru mengungsi.

Moustaffa dapat mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari warga kota, karena pekerjaannya yang terus menerus untuk memberdayakan orang-orang dari semua latar belakang sosial dan budaya.

Seperti orang Kurdi lainnya yang bertanggung jawab di wilayah Suriah Timur Laut, Moustaffa berharap bahwa proyek pemerintahan sendiri akan dilaksanakan suatu hari nanti di bagian lain negara itu.

Dia juga berharap Raqqa dapat menjadi model yang sukses untuk Suriah secara keseluruhan, terutama yang berkaitan dengan kesetaraan gender dan hak minoritas.

Misi yang diemban oleh perempuan muda ini tidaklah mudah, karena lingkungan tempat dia bekerja masih mengutamakan nilai-nilai kesukuan dan adat.

Sebagai seorang perempuan muda Kurdi yang menjalankan dewan kota ini, Moustaffa telah menginspirasi banyak perempuan lain di wilayah tersebut dari latar belakang etnis, sosial dan budaya yang berbeda.

Kehadirannya juga mendorong mereka untuk memainkan perannya dalam membangun kembali masyarakat dan kota.

"Proporsi perempuan di dewan sipil mencapai 40%, sebuah persentase yang sangat tinggi di kota seperti itu," jelasnya.

"Jumlah pegawai di Dewan Sipil Raqqa saat ini kurang lebih 10.500 pegawai, termasuk 4.080 perempuan yang bekerja di berbagai lembaga dan sektor.

"Jumlah mereka di Raqqa secara keseluruhan, melebihi 7.000 perempuan di semua institusi, dan ini adalah bukti keadilan dan kesetaraan yang selalu kami perjuangkan," katanya.

Moustaffa ingin menyampaikan pesan kepada kaum perempuan di negara-negara lain di seluruh dunia, di mana hak-hak perempuan masih dibatasi dengan mengatakan kepada mereka:

"Kaum perempuan dapat membuktikan kemampuan mereka di setiap bidang jika mereka bertekad dan percaya pada diri mereka sendiri."

Hari ini, dewan kepresidenan yang dipimpin Moustaffa memunculkan kasus luar biasa dan terhormat dalam sejarah kota, yang telah diperintah dari waktu ke waktu oleh laki-laki saja, apakah itu di bawah sistem pemerintah Suriah, oposisi Suriah, kelompok yang loyal kepada Turki, atau ISIS. .

Raqqa adalah rumah bagi lebih dari 200.000 orang sebelum perang, dan mereka berasal dari latar belakang etnis, agama, dan sosial yang berbeda, termasuk orang Arab, Kurdi, Kristen, Suriah, dan lainnya.

Kota ini dipandang konservatif secara sosial, sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai kesukuan dan adat istiadat.

Namun, perang saudara di negara itu mengubah kebijakan di kawasan itu secara berulang kali.

Pada Maret 2013, Raqqa muncul dari kendali pemerintah Suriah setelah diambil alih oleh kelompok oposisi "Tentara Pembebasan" yang didukung Turki dan Front Al-Nusra yang terkait dengan Al-Qaeda, yang mengubah namanya menjadi Hay'at Tahrir al-Sham, setelah AS mendaftarkannya sebagai organisasi teroris.

Dalam waktu kurang dari setahun, kelompok militan ISIS menguasai kota dan menyatakannya sebagai ibu kota kekhalifahan Islam dan ratusan ribu orang kemudian melarikan diri ke berbagai wilayah tetangganya.

Setelah ISIS dikalahkan pada Oktober 2017 oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan Koalisi pimpinan AS, Dewan Sipil Raqqa dibentuk untuk membangun kembali kota tersebut.

Kelompok ini terdiri dari pengacara, insinyur, dokter, pemimpin suku, dan dewan teknokratis dan Moustaffa adalah perempuan pertama dalam sejarah kota yang memegang posisi kepala dewan kota.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement