Share

IMF Peringatkan Ekonomi Afghanistan yang Merosot Akan Berdampak pada Negara Tetangga

Susi Susanti, Okezone · Kamis 21 Oktober 2021 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 18 2489354 imf-peringatkan-ekonomi-afghanistan-yang-merosot-akan-berdampak-pada-negara-tetangga-8x8WJWi1jT.jpg Ekonomi di Afghanistan dilaporkan kian merosot (Foto: Reuters)

KABUL - Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan ekonomi Afghanistan yang merosot dapat memicu krisis pengungsi yang berdampak pada negara-negara tetangga, seperti Turki dan Eropa.

Ekonomi akan berkontraksi hingga 30% tahun ini - yang dapat mendorong jutaan orang ke dalam kemiskinan dan menyebabkan krisis kemanusiaan.

IMF mengatakan negara tetangga Afghanistan akan lebih terpukul karena mereka bergantung pada dana untuk perdagangan.

Dengan aset asing dibekukan dan sebagian besar bantuan non-kemanusiaan dihentikan, arus masuk uang tunai ke Afghanistan hampir tidak ada.

Baca juga: PBB Peringatkan Afghanistan Butuh Dana, untuk Cegah Kehancuran Ekonomi dan Kelaparan

"Masuknya pengungsi dalam jumlah besar dapat membebani sumber daya publik di negara-negara penerima pengungsi, memicu tekanan pasar tenaga kerja, dan menyebabkan ketegangan sosial, menggarisbawahi perlunya bantuan dari komunitas internasional,” terang IMF.

Meskipun tidak jelas berapa banyak pengungsi Afghanistan yang ada, IMF memperkirakan bahwa jika ada satu juta lebih pengungsi, mereka akan menelan biaya sebesar USD100 juta (Rp1,4 triliun) di Tajikistan, USD300 juta (Rp4,2 triliun) di Iran dan USD500 juta (Rp7 triliun) di Pakistan.

Wamenkeu AS : Taliban Tak Diizinkan Akses Dana Cadangan Bank Sentral Afghanistan

IMF juga memperingatkan ada kekhawatiran bahwa dana yang masuk ke negara itu dapat digunakan untuk membiayai terorisme dan pencucian uang.

Bulan lalu Tajikistan yang berbatasan dengan Afghanistan mengatakan tidak mampu menerima pengungsi dalam jumlah besar kecuali menerima bantuan keuangan internasional. Sedangkan negara-negara Asia Tengah lainnya mengatakan mereka tidak memiliki rencana untuk menampung pengungsi dari Afghanistan.

Negara-negara terdekat juga akan dirugikan oleh hilangnya Afghanistan sebagai mitra dagang utama.

Seperti diketahui, Afghanistan dulu menerima bantuan luar negeri dalam jumlah besar. Pemerintah Inggris memperkirakan negara-negara OECD menyumbangkan USD65 miliar (Rp915 triliun) ke Afghanistan dari 2001 hingga 2019 - sebagian besar digunakan untuk menyaring Iran, Pakistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan melalui perdagangan.

Pekan lalu, anggota kelompok ekonomi utama G20 berjanji untuk memasukkan miliaran dolar ke dalam ekonomi Afghanistan untuk mencegah bencana ekonomi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini