Serangan Drone Targetkan Pasukan AS di Pangkalan Suriah, Tidak Ada yang Terluka

Susi Susanti, Okezone · Kamis 21 Oktober 2021 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 18 2489397 serangan-drone-targetkan-pasukan-as-di-pangkalan-suriah-tidak-ada-yang-terluka-Xj7n61rUrn.jpg Seragan drone targetkan pasukan AS di Pangkalan Militer AS di Suriah (Foto: CNN)

SURIAH - Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (AS), yang mengawasi operasi di Timur Tengah, sebuah serangan "sengaja dan terkoordinasi" menggunakan drone dan tembakan tidak langsung menargetkan pasukan (AS) di pangkalan AS di At-Tanf di Suriah, dekat perbatasan dengan Yordania, pada Rabu (20/10).

Tidak ada korban luka akibat serangan itu, tetapi pencatatan kerusakan akibat serangan sedang dihitung.

"Kami mempertahankan hak membela diri yang melekat dan akan merespons pada waktu dan tempat yang kami pilih," terang Kapten Bill Urban, juru bicara Komando Pusat, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

AS mempertahankan sekitar 900 tentara di Suriah, sebagian besar terbagi antara pangkalan At-Tanf dan ladang minyak timur negara itu.

Baca juga: Serangan Drone Hantam Bandara Saudi, 8 Terluka

Pangkalan itu berada di dalam zona dekonflik seluas 20 mil persegi di dekat perbatasan Suriah dengan Yordania, yang didirikan oleh Rusia dan koalisi pimpinan AS untuk mencegah kedua belah pihak melakukan kontak yang tidak disengaja. Daerah itu telah menyaksikan pertempuran sengit dalam beberapa tahun terakhir antara pasukan AS dan ISIS, yang telah memegang pijakan di daerah tersebut.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung atas serangan itu. Namun, milisi Syiah yang didukung Iran di wilayah tersebut diketahui kerap menargetkan pasukan AS di Suriah dan Irak.

Baca juga: Breaking News: Drone AS Serang Pelaku Bom Bunuh Diri Targetkan Bandara Kabul

Pada akhir Juni lalu, selama periode meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, roket mendarat di pangkalan AS di Suriah timur, dengan para pejabat AS dengan cepat menyalahkan milisi Syiah yang didukung Iran. Serangan roket itu terjadi satu hari setelah militer AS menyerang fasilitas yang digunakan oleh milisi. AS melakukan serangan udara terhadap dua fasilitas operasional dan penyimpanan senjata di Suriah dan Irak karena peningkatan jumlah serangan roket terhadap pasukan dan pangkalan AS di Irak.

Tindakan militer AS pertama yang diketahui di bawah Presiden Joe Biden terjadi pada Februari ketika menyerang sebuah situs di Suriah yang digunakan oleh dua kelompok milisi yang didukung Iran sebagai tanggapan atas serangan roket terhadap pasukan Amerika di wilayah tersebut. Serangan itu menimbulkan kekhawatiran di antara anggota parlemen, yang mengatakan Biden tidak meminta otorisasi kongres yang diperlukan. Gedung Putih mengatakan serangan itu didukung oleh Pasal II Konstitusi serta piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada akhir September lalu, AS melakukan serangan udara yang menargetkan seorang pemimpin senior Al Qaeda di kota barat laut Idlib di Suriah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini