2 Tahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Memaknai Marwah Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh

Agustina Wulandari , Okezone · Jum'at 22 Oktober 2021 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 1 2490334 2-tahun-jokowi-ma-ruf-amin-memaknai-marwah-indonesia-tangguh-indonesia-tumbuh-v1i6WyUYiL.jpg Foto: Dok.Istimewa

Bergerak pulih dari pandemi, begitulah kondisi negara kita saat ini. Mitigasi berbasis data, teknologi dan ilmu pengetahuan meruapakan kunci pulih dari kondisi saat ini. Dari data rilis KPC Pen 4 Oktober 2021 Negara mengamankan pasokan vaksinasi yag mendesak sejumlah 280.527.920 dari lima jenis vaksin. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam menyelamatkan warga negara Indonesia.

Dalam Pidato Presiden RI Joko Widodo menyampaikan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh bisa dicapai jika seluruh masyarakat dengan bahu membahu dan saling bergandengan tangan dalam satu tujuan. "Kita harus tangguh dalam menghadapi pandemi dan berbagai tujuan yang akan kita hadapi dan kita terus tumbuh dalam menghadapi cita cita bangsa," ujar Joko Widodo.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Menpora dan LADI Segera Selesaikan Sanksi dari WADA

Sejalan dengan hal tersebut dalam rilis Kepala Staf Kepresidenan RI Jendral Purn. Moeldoko menyampaikan sebagai nahkoda, Presiden Joko Widodo memberi arahan jelas dan tegas untuk bekal menempuh krisis yaitu “gas dan rem” serta keberanian mengambil resiko. Menurutnya, langkah ini juga tak lepas peran semua pihak, koordinasi pemerintah pusat dengan daerah, tenaga kesehatan di garda terdepan, kesigapan TNI-Polri, akademisi turun gunung, jaringan luas organisasi kemasyarakatan serta inovasi sosial lembaga kemasyarakatan.

Tumbuh Setelah Bertahan

Efek domino pandemi ini adalah krisis multidimensi. Mencegah resesi pemerintah mendirikan Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN. Cakupannya meliputi aspek kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, UMKM dan korporasi serta insentif usaha.

Perlindungan sosial meliputi program keluarga harapan, kartu sembako, bansos tunai, kartu prakerja, diskon listrik, subsidi kuota dan bantuan langsung tunai desa. Alokasi anggaran per September 2021 untuk perlindungan sosial Rp186,64 triliun, kesehatan Rp214,96 triliun, dukungan UMKM dan Korporasi Rp162,40 triliun, program prioritas Rp117,94 triliun dan insentif usaha Rp62,83 triliun.

Kecepatan, ketepatan, fleksibilitas, efisiensi, kreativitas dan inovasi berbasis teknologi adalah elemen-elemen fundamental reformasi. Ada lima prioritas pemerintah dalam momentum konsolidasi saat ini meliputi menghadirkan Indonesia di klasemen negara maju, optimal sumber daya manusia berkualitas, infrastruktur dan logistik murah, pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, reformasi birokrasi, penyederhanaan regulasi serta pebangunan demokrasi.

Peradaban Baru Indonesia Maju

Sains dan riset adalah nadi utama di peta cita- cita Indonesia negara maju. Maka Badan Riset dan Iovasi Nasional (BRIN) perlu mengakselerasi ekosistem riset nasional.

Pada sisi lain, upaya meneruskan pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur digital bukanlah sekedar membangun kontruksi teknis atau meningkatkan adaptasi teknologi. Hal ini merupakan upaya menghadirkan peradaban baru Indonesia maju 2045.

Arah utamanya, mendukung pelayanan dasar serta peningkatan produktivitas melalui konektivitas dalam aneka wujud. Di antaranya, bandara, jaringan listrik, gas, bendungan, jalan, perlintasan trans-Jawa, trans-Sumatra, trans-Papua, tumbuh kekayaan ekonomis, sosiologis dan budaya.

Intensi pokok membangun jalan sambung menyambung adalah membuka daerah terisolir serta menormalkan harga logistik. Ada 33 ruas jalan tol lalu lintas darat, 106 pelabuhan, dan 30 trayek tol laut serta 39 rute melayani jembatan udara.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johny G Plate, dalam rilisnya menyampaikan 2021 merupakan tahun penuh tantangan dan pelajaran sekaliguas harapan. Inilah tahun yang menandai perjuangan bersama, membangun momentum kebangkitan Indonesia dari krisis Covid-19. Seluruh capaian dalam penanganan pandemi serta pemulihan ekonomi nasional merupakan hasil kerja seluruh elemen bangsa.

Kebijakan-kebijakan yang adaptif, responsif, penuh kehati-hatian menyeimbangkan pemulihan kesehatan serta kebangkitan ekonomi, perlu ditanamkan kuat-kuat sebagai langkah mitigasi. Sebagai Pemimpin Nasional, Presiden Joko Widodo tak pernah lelah atau berjeda menyerukan solidaritas dan soliditas Indonesia dalam kebhinekaan.

"Kita harus berani menciptakan lompatan besar (quantum leap), persisten dalam kecepatan berkarya, berinovasi, mengoptimasi transformasi dengan segala potensi," ujar Jonhny Plate.

CM

(Wul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini