Arkeolog Mulai Teliti Keberadaan Kapal Van Der Wicjk yang Tenggelam di Laut Lamongan

Abdul Wakhid, iNews · Jum'at 22 Oktober 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 519 2490129 arkeolog-mulai-teliti-keberadaan-kapal-van-der-wicjk-yang-tenggelam-di-laut-lamongan-rKUVmrZo9n.jpg Kapal Van Der Wijck (Foto: Maritim Digital)

LAMONGAN - Kapal Van Der Wijck yang terkenal melalui novel Buya Hamka berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, kini mulai digali fakta keberadaanya.

Kapal yang diduga karam disekitar perairan Brondong, Lamongan pada tahun 1936 itu masih terus dikaji untuk dapat ditemukan bukti konkretnya berdasarkan ilmu pengetahuan mulai dari pernyataan masyarakat nelayan, keberadaan monumen tugu peringatan, hingga survei pencarian titik lokasi tenggelamnya kapal.

Arkeolog BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan bahwa dalam survei di titik lokasi tenggelamnya kapal sudah dilakukan sejak Juni, namun karena saat itu perairan Lamongan cukup keruh, survei itu kembali dilakukan Oktober ini.

“Memang ada kapal karam di titik yang kita duga Van Der Wijck, dari foto-foto dan video yang kita dapatkan kita masih terus processing, dan kemudian melakukan identifikasi perlahan-lahan, jadi kita cocokkan bagian-bagian dengan gambar dari Kapal Van Der Wijck,” kata Wicaksono di Ruang Command Center Gedung Pemda Lamongan, Kamis 21 Oktober 2021.

Baca juga: Arkeolog Deteksi Lokasi Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck di Perairan Lamongan

Menurut dia, saat ini BPCB masuk pada tahapan identifikasi apakah kapal karam yang ditemukan tersebut merupakan bangkai Kapal Van Der Wijck yang telah dikonfirmasi nelayan setempat. Identifikasi terus dilakukan guna pembuktian lebih konkret. Sehingga untuk tercapainya tujuan tersebut perlu terus dilakukan eksplorasi.

“Ada banyak properti, masyarakat tidak ada yang berani menjarah karena dianggap keramat. Mungkin nanti ke depan kalau itu dieksplorasi, diangkat, atas seijin Bapak Bupati, bisa dijadikan museum. Beberapa barang berharga peninggalan sangat bisa dijadikan cerita dari apa yang terjadi tahun 1936, itu bagian dari sejarah yang daerah lain tidak punya,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Kapal Van der Wijck yang Tenggelam di Perairan Brondong, Lamongan Laut Jawa

Letkol Laut (T) Bagus Arianto dari Koarmada II Jatim, pada kesempatan yang sama menyampaikan pesan Panglima Koarmada II Jatim bersedia turut serta terlibat dalam kegiatan pencarian Kapal Van Der Wijck di peraian Lamongan tersebut.

Menurutnya, jika benar ditemukan bahwa bangkai kapal karam tersebut adalah Kapal Van Der Wijck, hal tersebut dapat menjadi salah satu ikon dunia yang wajib dijaga.

“Berdasar foto ini, apakah karakteristik tangga bisa dipastikan milik Kapal Van Der Wijck? Penampatan tangga ini sesuai fungsi apakah kapal untuk perang atau untuk mengangkut penumpang. Baling-baling belum ditemukan ya? Dari bentuk baling-baling juga untuk dapat dicocokkan dengan literatur kapal, model dan produksi tahun berapa. Terkait gambaran pengangkatan kapal, pengalaman saya butuh biaya yang sangat besar, untuk kapal sebesar Van Der Wijck,” tambah Letkol Bagus.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelaman untuk membuktikan kebenaran keberadaan Kapal Van Der Wijck. Beliau juga meminta dukungan dari semua pihak untuk berkoordinasi agar Kapal Van Der Wijck ini dapat menjadi sesuatu yang luar biasa, aset nasional.

Baca juga: Bentrok Warga vs Perguruan Silat Pecah di Lamongan, 3 Orang Terluka

“Next, tantangan bagi kami. Langkah selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pimpinan masing-masing apakah diangkat dan sebagainya. Tidak sulit jika menjadi komitmen dan kesepakatan bersama. Kami terus mohon dukungan dan support supaya Kapal Van Der Wijck ini menjadi aset nasional, dan saya yakin menjadi sesuatu yang luar biasa bagi Kabupaten Lamongan,” kata Pak Yes sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Baca juga: Pria Tewas Tertabrak Kereta, Kepalanya Hilang

Pada kesempatan tersebut, Pak Yes juga memberikan apresiasi kepada Ketua Rukun Nelayan Blimbing Kecamatan Paciran Nur Wachid, dan Nelayan Desa Sedayulawas Kecamatan Brondong Faizin, atas partisipasinya dalam kegiatan ekspedisi pencarian titik tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini