'Pangeran Piano' Ditahan karena Menyewa Pelacur, Terancam Denda Rp11 Juta

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 23 Oktober 2021 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 18 2490479 pangeran-piano-ditahan-karena-menyewa-pelacur-terancam-denda-rp11-juta-r3KqRjqVDo.jpeg Pianis Li Yundi (foto: Weibo)

CHINA - Pianis terkenal China Li Yundi telah ditahan karena meminta jasa seorang pelacur.

Polisi Beijing dalam sebuah posting online mengatakan seorang pria berusia 39 tahun dan seorang pekerja seks berusia 29 tahun, telah mengakui kegiatan ilegal tersebut. Mereka ditangkap setelah pihak berwenang menerima informasi dari masyarakat.

Polisi tidak mempublikasikan nama lengkapnya dalam pemberitahuan tersebut, namun media pemerintah kemudian mengkonfirmasi bahwa itu adalah Li.

Berita itu mengejutkan banyak penggemar pria yang dikenal sebagai "Pangeran Piano" China.

Baca juga: Pianis Yuja Wang Dukung Demo AS: Piano Rusak Bisa Direparasi, Namun Hidup Tak Bisa Diganti

Pada usia 18 tahun, Li menjadi pianis termuda - dan orang Tionghoa pertama - yang memenangkan hadiah pertama di Kompetisi Piano Chopin Internasional yang bergengsi pada tahun 2000.

Dia telah tampil di seluruh dunia dan merupakan nama rumah tangga di dunia berbahasa China.

"Ya Tuhan, aku tidak percaya. Apakah ini benar-benar Li Yundi yang sama yang sangat kami kagumi?", tulis seseorang di platform Weibo yang mirip Twitter.

Baca juga: Pengadilan Korsel Tolak Gugatan "Perempuan Penghibur" pada Perang Dunia II

Yang lain menyatakan skeptis tentang bagaimana dia ditangkap.

"Saya ingin tahu bagaimana publik mengetahui tentang dia. Ketika Anda melihat seorang pria berusia 39 tahun dan seorang wanita berusia 29 tahun masuk ke sebuah gedung apartemen bersama, bagaimana orang tahu bahwa itu adalah pelacur dan dia? pelanggan? Mengapa bukan pasangan yang sudah menikah, teman, teman kencan?", komentar seroang pengguna Weibo.

Setelah berita itu tersebar, Asosiasi Musisi Tiongkok mengatakan akan mencabut keanggotaan Li karena ia mewakili "dampak sosial yang sangat negatif".

Beberapa pengamat mengatakan bahwa penahanannya dapat dilihat sebagai peringatan bagi selebritas "tidak bermoral" lainnya saat China meningkatkan tindakan keras baru-baru ini terhadap industri hiburan.

Di bawah hukum Tiongkok, mereka yang meminta atau mengelola pekerja seks dapat ditahan hingga 15 hari dan didenda hingga 5.000 yuan (Rp11 juta).

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini