Polisi Tangkap Kawanan Geng Motor Anarkis

Antara, · Selasa 26 Oktober 2021 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 340 2491624 polisi-tangkap-kawanan-geng-motor-anarkis-35lOaa4oOc.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAMBI - Satreskrim Polresta Jambi menangkap 10 orang anggota geng motor yang beraksi anarkis menggunakan senjata tajam dan meresahkan warga Kota Jambi.

Kapolresta Jambi Kombes Eko Wahyudi mengatakan, ke-10 orang yang diamankan tersebut dari dua laporan keluarga korban penganiayaan yang diterima Polresta Jambi. Para korban mengalami luka serius bahkan ada yang masih dirawat di rumah sakit setempat.

Baca juga:  Geng Motor Ancam Bacok Pengawal Habib di Sukabumi

Ke-10 orang anggota geng motor tersebut beraksi di dua TKP berbeda, pertama pada 20 Agustus lalu di Perum Villa Kenali, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

 

Sedangkan laporan yang kedua pada 18 oktober 2021 dengan TKP di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

"Untuk dua kasus ini, tersangka ada 10 orang yang diamankan, masing-masing TKP 5 orang tersangka," kata Kapolresta Jambi, Eko Wahyudi yang didampingi Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Handres.

Baca juga:  Bacok Pemotor, 5 Anggota Geng Motor yang Masih Pelajar Ditangkap

Untuk TKP pertama yaitu di Kelurahan Mayang Manggurai ada lima tersangka yaitu berinisial BJ, TA, MD, LP dan LL. Sementara untuk TKP yang kedua di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Beliung, ditangkap EY, HS, FB, MP dan AB.

"Dari 10 orang yang diamankan, ada tujuh orang masih berstatus di bawah umur berstatus pelajar dan ada juga yang sudah dikeluarkan dari sekolahnya," kata Eko Wahyudi.

Dalam beraksi selalu berpindah pindah dengan sasaran rata-rata pengendara kendaraan roda dua, yang menaiki kendaraan roda dua baik sendiri maupun berdua. Dimana kegiatan mereka selalu didahului meminum minuman keras, kemudian mencari sasaran targetnya acak. Bla ditemukan pengendara sepeda motor sendirian atau berboncengan mereka akan menghentikan paksa melakukan kejahatan seperti perampasan, baik itu handphone maupun meminta uang.

"Mereka juga tidak segan-segan untuk melakukan tindak kekerasan atau menganiaya korbannya dengan senjata tajam apabila permintaan mereka tidak diberikan," tuturnya.

Para pelaku melakukan ini karena faktor ekonomi dan untuk senang-senang saja, untuk minum minuman keras dan atas perbuatannya semua tersangka terancam pasal 365 KHUP tentang tindak pencurian dan kekerasan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini