Soal Kudeta Sudan, Joe Biden Jalin Kontak dengan Negara-Negara Teluk

Tim Okezone, Okezone · Rabu 27 Oktober 2021 02:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 18 2492267 soal-kudeta-sudan-joe-biden-jalin-kontak-dengan-negara-negara-teluk-RR89xd5i2z.jpg Presiden Amerika Serikat, Joe Biden (foto: AP)

AMERIKA - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mencari berbagai alat ekonomi untuk menanggapi pengambilalihan militer di Sudan.

"Dan telah melakukan kontak dekat dengan negara-negara Teluk," kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan seperti dilansir dari Al Arabiya, Selasa (26/10/2021).

Baca juga:  PM Sudan Abdalla Hamdok Ditahan di Rumah Dewan Militer

Militer Sudan membubarkan pemerintah pembagian kekuasaan dan menggulingkan seorang perdana menteri sipil. Departemen Luar Negeri menanggapi dengan menangguhkan USD 700 juta bantuan AS yang dirancang untuk mendukung transisi demokrasi Sudan.

Bersama dengan pemerintah Inggris dan Norwegia, Amerika Serikat mengutuk pengambilalihan militer tersebut. Negara-negara, donor utama, mengatakan mereka sangat prihatin dengan situasi dan meminta pasukan keamanan untuk membebaskan mereka yang ditahan secara tidak sah.

Baca juga:  Ditembaki Militer, Setidaknya 7 Orang Tewas dalam Demonstrasi Menentang Kudeta Sudan

Sullivan mengatakan, pengarahan Gedung Putih bahwa tindakan militer Sudan sama sekali tidak dapat diterima dan kemunduran yang signifikan dan mengkhawatirkan bagi Sudan.

"Washington telah melakukan kontak dekat dengan para pemimpin regional, termasuk di Teluk, untuk memastikan bahwa kami berkoordinasi erat dan mengirim pesan yang jelas kepada militer di Sudan bahwa mereka harus menghentikan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak bersalah, bahwa mereka harus membebaskan mereka yang telah ditahan, dan mereka harus kembali ke jalur demokrasi,” tuturnya.

“Kami akan melihat berbagai alat ekonomi yang tersedia bagi kami, dalam koordinasi dan konsultasi dengan aktor regional dan negara-negara penting lainnya, untuk memastikan bahwa kami mencoba untuk mendorong seluruh proses politik Sudan kembali ke arah yang positif,” tambah Sullivan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini