Ditembaki Militer, Setidaknya 7 Orang Tewas dalam Demonstrasi Menentang Kudeta Sudan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 26 Oktober 2021 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 18 2491779 ditembaki-militer-setidaknya-7-orang-tewas-dalam-demonstrasi-menentang-kudeta-sudan-ybvB3dOyQ7.jpg Demonstran memblokir jalan memprotes kudeta militer di Khartoum, Sudan, 25 Oktober 2021. (Foto: Reuters)

KHARTOUM – Setidaknya tujuh orang tewas dan 140 lainnya luka-luka dalam bentrokan antara demonstran dan tentara di jalanan Ibu Kota Khartoum menyusul kudeta militer di Sudan, Senin (25/10/2021).

Militer Sudan yang dipimpin Jenderal Abdel Fattah al-Burhan merebut kekuasaan dari pemerintah transisi dalam sebuah kudeta penuh pada Senin. Jenderal Al-Burhan membubarkan Dewan Berdaulat yang dibentuk pasca penggulingan diktator Omar Al-Bashir dua tahun lalu.

BACA JUGA: Kudeta di Sudan: Pejabat Pemerintah Ditahan, Internet Diputus, hingga Bandara Ditutup

Burhan mengumumkan keadaan darurat, dengan mengatakan angkatan bersenjata perlu melindungi keselamatan dan keamanan. Dia berjanji untuk mengadakan pemilihan pada Juli 2023 dan menyerahkannya kepada pemerintah sipil terpilih saat itu.

“Apa yang dialami negara saat ini merupakan ancaman dan bahaya nyata bagi impian para pemuda dan harapan bangsa,” katanya sebagaimana dilansir Reuters.

Menyusul tindakan militer tersebut, warga Sudan yang menentang kudeta membarikade jalan-jalan dan bentrok dengan tentara. Pihak koalisi oposisi yang mendorong penggulingan Bashir telah menyerukan tindakan damai di jalan-jalan untuk menggagalkan kudeta oleh militer, termasuk demonstrasi, pemblokiran jalan dan pembangkangan sipil.

BACA JUGA: Kediamannya Diserbu Militer, PM Sudan Ditahan

Kementerian penerangan Sudan yang setia pada Perdana Menteri Abdalla Hamdok juga mendukung perlawanan, mengatakan puluhan ribu orang yang menentang kudeta telah turun ke jalan dan menghadapi tembakan di dekat markas militer di Khartoum. Karyawan bank sentral mengumumkan pemogokan untuk menolak kudeta, kata kementerian itu.

Di Kota Omdurman pengunjuk rasa membarikade jalan dan meneriakkan dukungan untuk pemerintahan sipil.

Asosiasi Profesional Sudan, sebuah koalisi aktivis dalam pemberontakan melawan Bashir, menyerukan pemogokan. Sementara dua partai politik utama, Umma dan Kongres Sudan, mengutuk apa yang mereka sebut kudeta dan kampanye penangkapan.

Selama sebagian besar sejarahnya pasca kemerdekaan, Sudan telah diperintah oleh pemimpin militer yang merebut kekuasaan dalam kudeta. Negara itu telah menjadi negara paria bagi Barat, bahkan masuk dalam daftar terorisme Amerika Serikat (AS).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini