Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pangeran Diponegoro Meradang ketika Ulama dan Santri Ditangkap Belanda

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 29 Oktober 2021 |06:45 WIB
 Pangeran Diponegoro Meradang ketika Ulama dan Santri Ditangkap Belanda
Pangeran Diponegoro (foto: ist)
A
A
A

RESIDEN Belanda, Nahuys Van Burgst konon memerintah dengan egonya sehingga membuat Pangeran Diponegoro marah. Apalagi di masa pemerintahan Nahuys pernah menangkap ulama saat tengah mengajar di pondok pesantren (Ponpes).

Ini memperparah hubungan antara Belanda - Jawa yang sebelumnya sudah mulai memanas. Pembagian kekuasaan di Jawa menjadikan para raja - raja Jawa selatan - tengah begitu kesulitan untuk menyesuaikan diri.

Baca juga:  Ketika Pangeran Diponegoro Ajarkan Sultan Hamengku Buwono IV Kitab

Dikisahkan dalam buku "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1855" tulisan Peter Carey, membuat banyak kerabat keraton Yogyakarta yang merapat ke Pangeran Diponegoro, untuk melakukan perlawanan.

Salah satu peristiwa yang juga membuat geram para kerabat keraton dan Pangeran Diponegoro, adalah penangkapan Kiai Murmo Wijoyo sekitar 1757. Selain peristiwa itu, perdebatan tentang penunjukan pemungut pajak desa dan pejabat polisi (gunung) antara Diponegoro dan klik keraton di sekitar Ratu Ibu.

Baca juga:  Saat Pangeran Diponegoro Jatuh Cinta Pandangan Pertama dengan Raden Ayu

Kiai Murmo adalah seorang guru agama yang terpandang dan kaya dari daerah Pajang. Konon Kiai Murmo ditangkap tiba - tiba tanpa alasan yang jelas saat tengah mengajar di Ponpes. Beliau kelahiran desa perdikan (desa bebas pajak) Mojo, kampung asal Kiai Mojo, penasihat agama Diponegoro.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement