Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menteri PPPA : 29 Ribu Anak Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Widya Michella , Jurnalis-Selasa, 02 November 2021 |15:34 WIB
Menteri PPPA : 29 Ribu Anak Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19
Menteri PPPA Bintang Puspayoga. (Foto : MNC Portal/Widya Michella)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mengungkapkan 29.822 anak telah telah kehilangan orangtua akibat virus corona (Covid-19). Hal ini disampaikannya saat Kegiatan Dukungan Psikososial terhadap Anak-anak yang Terdampak Covid-19 di Lapangan Lemdiklat Polri, Jakarta, Selasa (2/11/2021).

"Khusus di kami di Kemen-PPPA per hari ini, dari pendataan rapid pro yang kami lakukan kerjasama dengan UNICEF itu memang hampir 29.822 anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orangtuanya akibat Covid-19,"kata Menteri PPPA.

Karena itu, ia pun mengapresiasi kegiatan pendampingan psikososial yang digelar Polri untuk anak-anak yang kehilangan orangtua.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga (Foto : MNC Portal/Widya Michella)

"Tentu pada pagi hari ini kami dari jajaran KemenPPPA menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi oleh Bapak Kapolri beserta jajaranya untuk memberikan dukungan psikososial. Demikian juga pendampingan-pendampingan lainnya kepada anak-anak yang ditinggal orangtuanya," ujarnya.

Ia menyebut, pendampingan psikososial hal sangat penting untuk mengembalikan semangat anak-anak yang ditinggalkan orangtuanya karena Covid-19.

Baca Juga : Kapolri Beri Dukungan Psikososial ke Anak Terdampak Covid-19

"Mudah-mudahan ke depan sinergi dari data kami dan Kemensos bergandengan tangan dan sinergi untuk pendampingan anak-anak yang ditinggalkan oleh orangtuanya. Mereka adalah generasi penerus bangsa untuk bisa tumbuh berkembang menjadi anak-anak yang luar biasa," ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement