Tawuran Digagalkan, Puluhan Pelajar Diminta Cium Kaki Orangtuanya

Azhari Sultan, Okezone · Selasa 02 November 2021 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 340 2495206 tawuran-digagalkan-puluhan-pelajar-diminta-cium-kaki-orangtuanya-a4c1D0vDBQ.jpg Pelajar yang hendak tawuran diminta polisi cium kaki orangtuanya (Foto : Okezone.com/Azhari)

JAMBI - Puluhan pelajar SMK di Kota Jambi mendadak diamankan jajaran Polsek Kotabaru. Pasalnya, mereka ketahuan akan melakukan aksi tawuran ke salah satu sekolah di Kota Jambi, Senin (1/11/2021).

Sebagai sanksi, mereka diarahkan untuk meminta maaf dan mencium kaki kedua orangtuanya, dengan disaksikan langsung oleh Kapolsek, Wakapolsek, serta dari pihak sekolah.

Mirisnya, petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa dua bilah senjata tajam jenis celurit, dua tongkat dan dua double stik yang diduga akan digunakan untuk melakukan tawuran.

Kapolsek Kotabaru, Kompol Afrito Marbarao Macan, mengatakan ada 25 orang pelajar yang diamankan. Para pelajar tersebut didominasi oleh pelajar SMKN 3 Kota Jambi.

"Untuk sajamnya, kita temukan di lokasi, dan tidak sedang digunakan ataupun dibawa," katanya, Senin (1/11/2021) malam.

Diakuinya, usai diamankan ke Mapolsek, para orang tua pelajar dan kepala sekolah SMKN 3 dipanggil ke Mapolsek Kotabaru.

"Mereka (pelajar) ini tidak ditahan, melainkan dilakukan pembinaan. Disamping itu, mereka juga diminta minta maaf dan membuat surat pernyataan untuk tidak kembali melakukan perbuatan tersebut," tandas Afrito.

Baca Juga:  Hindari Tawuran, Pemuda Ini Nekat Lompat ke Kali

Dalam arahannya, Kapolsek berharap agar pelajar tidak mengulangi perbuatan yang serupa.

"Sanksi hukum yang dapat dikenakan kalian, jika kembali tertangkap dan membawa sajam saat melakukan aksi tawuran," tukas Kapolsek.

Selain itu, para pelajar diminta mohon maaf kepada orangtuanya, yang sudah datang dan menjemput mereka ke Mapolsek Kotabaru.

"Ya kita arahkan agar mereka menyadari perbuatannya, dengan memanggil kedua orangtuannya dan meminta maaf langsung. Kita berharap hal tersebut tidak lagi mereka ulangi," tutur Afrito berharap.

Suasana haru biru mulai terlihat. Tampak wajah sejumlah orangtua mereka terpukul, saat melihat dan menjemput anaknya yang akan melakukan serangan tersebut.

Usai mencium kaki orangtuanya, puluhan pelajar ini kemudian memeluk orangtuanya masing-masing. Selanjutnya, mereka juga diizinkan kembali pulang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini