BAGHDAD - Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi selamat dari upaya pembunuhan setelah rumahnya di Baghdad menjadi sasaran serangan.
Mustafa al-Kadhimi mengatakan, dia lolos tanpa cedera setelah serangan di rumahnya di Ibu Kota Baghdad.
Melansir BBC, Minggu (7/11/2021), para pejabat mengatakan kediamannya di Zona Hijau ibu kota menjadi sasaran drone yang mengangkut bahan peledak sebagai dugaan upaya pembunuhan.
Laporan media sebelumnya mengatakan al-Kadhimi telah dibawa ke rumah sakit.
Dalam kicauan di akun Twitter, dia menyerukan "tenang dan menahan diri dari semua orang, demi Irak".
Para pejabat mengatakan, sedikitnya enam orang dari bagian keamanan perdana menteri terluka.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu
AS mengutuk insiden itu dan menawarkan bantuannya dalam penyelidikan.
Baca Juga : Irak Tangkap Wakil Pimpinan IS yang Tewas, Abu Bakr Al Baghdadi
"Tindakan terorisme yang nyata ini, yang kami kutuk keras, diarahkan ke jantung negara Irak," kata juru bicara departemen luar negeri AS Ned Price dalam sebuah pernyataan.
Sebagaimana diketahui, Al-Kadhimi, mantan kepala intelijen, dilantik pada Mei 2020.
Dalam beberapa pekan terakhir, para pendukung kelompok politik yang berpihak pada Iran telah melakukan demonstrasi di dekat Zona Hijau.
Mereka memprotes hasil pemilihan umum bulan lalu. Mereka menilai ada ketidakberesan dalam pemungutan suara.
Lebih dari 100 orang terluka dalam bentrokan kekerasan dengan pasukan keamanan minggu ini.
(Erha Aprili Ramadhoni)