Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bocoran Vaksin Covid-19 bagi Calon Jamaah Umrah RI

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 08 November 2021 |06:03 WIB
Bocoran Vaksin Covid-19 bagi Calon Jamaah Umrah RI
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Calon jamaah umrah Indonesia harus mengetahui soal syarat vaksin Covid-19 sebelum berangkat ke Tanah Suci. Sebab, hanya empat merek vaksin Covid-19 yang diterima Arab Saudi yakni AstraZeneca, Moderna, Johnson and Johnson dan Pfizer.

Mayoritas masyarakat Indonesia mendapatkan vaksin Covid-19 dengan merek Sinovac dan Sinopharm. Meski sudah diakui WHO namun belum diterima Arab Saudi. Hal ini yang membuat calon jamaah umrah asal Indonesia diminta untuk melakukan vaksin booster.

"Yang diminta kan booster ya. Artinya vaksin yang ada dan digunakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia itu kan juga sudah diakui oleh WHO, beberapa negara besar juga menerima vaksin ini. Tapi dari Saudi belum, baru empat saja yang diterima," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief dalam Special Dialogue Okezone.

Hilman mengakui, vaksin booster memang menjadi hal krusial dalam penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19. Meski Indonesia mempunyai stok vaksin, namun tidak serta merta untuk para calon jamaah umrah. Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

"Kita berharap tentu saja masyarakat Indonesia yang lain juga kebagian dong vaksin itu bukan hanya jamaah. Nah ini yang kita perlu pikirkan, bahwa kita tidak hanya ingin melaksanakan ibadah kemudian minta booster kemudian juga masyarakat lain malah tidak kebagian," katanya.

Apalagi pemerintah juga sudah menentukan bahwa vaksin booster itu diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes) sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

"Mungkin ke depan ketika situasi semakin membaik juga ada beberapa kelompok masyarakat yang didorong untuk dibooster termasuk para lansia. Sementara kita tahu jamaah umrah juga dibatasi usianya, mungkin lansia belum bisa banyak berangkat di periode saat ini. Nah ini kan kompleks jadinya," katanya.

Untuk itu, pihaknya masih akan terus berkomunikasi dengan berbagai pihak seperti Pemerintah Arab Saudi hingga Kementerian Kesehatan membahas vaksin booster sebagai syarat calon jamaah umrah Indonesia.

"Kalau pun harus booster nanti ada skenario skema seperti apa, apakah boosternya disediakan di luar negeri, apakah boosternya sumbangan luar negeri atau boosternya bisa diterima oleh calon jamaahnya justru saat mendarat di sana dan lain-lain. Itu kan harus dipastikan," katanya.

Kepastian vaksin booster sangat dinanti, sebab jamaah umrah yang berangkat tidak hanya 100-200 orang melainkan puluhan ribu orang

"18 ribu orang sudah dapat visa, sudah siap berangkat, sudah ada tiket yang dulu. Tiket itu kan harus di-arrange kembali, kapan jadwalnya, maskapainya mana, hotelnya juga sama, siapnya kapan. Jadi bukan hanya kita berangkat terus di sana mau tinggal di mana, pesawat apa dan lain-lain. Karena apa, karena kan tertunda kalau tertunda masih harus disiapkan banyak lagi," katanya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement