Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Calon Jamaah Umrah Indonesia Siap Berangkat ke Tanah Suci, Begini Kondisi Arab Saudi

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 08 November 2021 |10:09 WIB
Calon Jamaah Umrah Indonesia Siap Berangkat ke Tanah Suci, Begini Kondisi Arab Saudi
Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kondisi terkini Arab Saudi di tengah pandemi Covid-19. Calon jamaah umrah harus mengetahui kondisi Arab Saudi sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief, kondisi Arab Saudi secara umum membaik. Berbagai pembatasan juga sudah mulai dilonggarkan dan dibuka.

"Kita lihat di berbagai media pemerintah Saudi telah membuka berbagai pembatasan yang sebelumnya diterapkan, acara-acara lebih fleksibel, mungkin hotel juga bisa penuh, masjid juga tampak jarak, artinya menjelang normal," kata Hilman dalam Special Dialogue Okezone dengan Tema Menanti Kepastian Haji dan Umrah, Bagaimana Selanjutnya?

Meski demikian, protokol kesehatan juga masih dikedepankan. Selain itu, deteksi pencegahan penyebaran Covid-18 juga dilakukan seperti halnya di Indonesia yang menggunakan aplikasi dalam menjalankan setiap aktivitas.

"Tapi overall situasinya membaik. Masyarakatnya tingkat vaksinasinya juga tinggi, artinya yang sudah divaksin itu hampir 100 persen, di luar tidak pakai masker, fenomena yang memberikan gambaran kepada kita situasi di sana sudah membaik. Jadi kondisinya membaik," katanya.

Dengan membaiknya kondisi Arab Saudi dan pintu jamaah umrah asal Indonesia dibuka, ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk pemerintah Indonesia mempersiapkan segala hal agar jamaah Indonesia bisa menjalankan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19.

"Kalau negara orang lain sudah membaik, kita juga alhamdulilah membaik bisakah jadi semakin membaik, semakin kurang, semakin hilang Covid-19 nya, bahasanya seperti itu," ungkapnya.

"Tinggal masuknya gimana, kalau negara sudah terbuka semacam gitu, boleh jadi masuknya ketat tapi ketika di dalam sudah banyak kebebasan," sambungnya.

Namun, dirinya menyoroti liburan akhir tahun yang akan menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia agar tidak terjadi gelombang ketiga Covid-19. Hal ini sangat penting dilakukan agar Arab Saudi semakin yakin dengan Indonesia dalam pengendalian Covid-19, sehingga perjalanan ibadah umrah dapat dilaksanakan.

"Kalau ada gelombang ketiga kita ngobrolnya dari bawah lagi kan, berat lagi. Jadi saling mempengaruhi, faktanya saling mempengaruhi," kata Hilman.

Kondisi pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kebijakan suatu negara. Ini terbukti dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia pada bulan Juli hingga Agustus. Negara di luar sana melarang Warga Negara Indonesia (WNI) masuk ke negara tertentu, bahkan warga negara asing ada yang 'kabur' dari Indonesia.

"Juni Juli kita sedang tinggi-tingginya, Saudi itu mulai membuka kan Agustus wajar kan orang masih belum menerima kita. Tapi sekarang kondisinya sedang membaik, nah ini kita harapkan jadi modal juga untuk kita komunikasikan ke pemerintah Saudi," ujarnya.

Untuk perjalanan umrah di masa pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dan stakeholder telah menyiapkan dan mematangkan skenario perjalanan ibadah umrah. Nantinya, skenario ini akan dipadupadankan dengan kebijakan dari Arab Saudi, sehingga tidak ada perbedaan di lapangan.

"Berbeda dengan yang dulu, umrahnya hanya satu kali, ke mesjid hanya 1-2 kali sisanya karantina juga enggak nyaman kan. Kita kan ingin jamaah umrah itu kesannya menikmati beribadah umrah bukan hanya menunaikan niat saja, umrah kan ziarah," katanya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement