Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gelegar Pidato Bung Tomo Bakar Semangat Juang Rakyat Indonesia

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 10 November 2021 |06:03 WIB
Gelegar Pidato Bung Tomo Bakar Semangat Juang Rakyat Indonesia
Bung Tomo (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Sebuah pertempuran besar terjadi di Surabaya, Jawa Timur 72 tahun lalu, pada 10 November 1945. Kala itu, perang melawan tentara Inggris yang diboncengi Belanda pecah. 

Kini, setiap 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan sejak 1950-an. Bung Tomo, menjadi salah satu pahlawan yang ikut berjuang dalam pertempuran tersebut, bahkan pidatonya disebut-sebut membakar semangat perjuangan rakyat Indonesia.

Baca Juga: Kisah Heroik Bung Tomo dan Kolonel Sungkono, Motor Gelombang Gerakan 10 November

Berikut isi pidato Bung Tomo yang kala itu disiarkan melalui sebuah radio:

Bismillahirrohmanirrohim..

Merdeka!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.

 

Kita semuanya telah mengetahui. Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.

 

Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang. Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.

 

Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka.

 

Saudara-saudara…. Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya. Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, Pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.

 

Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing. Dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung. Telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol. Telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

 Baca Juga:  Surat Cinta Bung Tomo, "Jeng Lies Aku Cinta Padamu, Aku Rindu Padamu"

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement