Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Heroik Tombolotutu, Porak-porandakan Pasukan Elite Belanda di Teluk Tomini

Lutfia Dwi Kurniasih , Jurnalis-Rabu, 10 November 2021 |13:22 WIB
Kisah Heroik Tombolotutu, Porak-porandakan Pasukan Elite Belanda di Teluk Tomini
Kisah heroik tombolotutu/ FKIP Untad
A
A
A

JAKARTA - Tombolotutu resmi dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor Jawa Barat, Rabu (10/11/2021).

(Baca juga: Sultan Aji Muhammad Idris, Raja Kutai Kartanegara Perisai Tanah Wajo)

Penobatan tersebut didasarkan pada keputusan presiden (keppres) Presiden Joko Widodo yang menganugerahi gelar Pahlawan Nasional untuk 4 tokoh dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Tombolotutu dari Sulawesi Tengah.

Dikutip dari lama resmi Pemkab Parigi Moutong, sebelum akhirnya dinobatkan sebagai pahlawan nasional, wacana untuk menjadikan Tombolotutu sebagai Pahwalan Nasional telah disuarakan sejak tahun 1990-an. Namun upaya untuk mencapai hal itu terkendala dokumen resmi sebagai data primer.

(Baca juga: Rentetan Tembakan Senapan Mesin Musuh Tak Membuat Pejuang Ini Meregang Nyawa)

Pada tahun 2017 beberapa peneliti juga melakukan penelitian yang akhirnya menghasilkan sebuah buku bertajuk "Bara Perlawanan di Teluk Tomini, Perjuangan Tombolotutu melawan Belanda". Kehadiran buku tersebut membuat diskusi dan upaya pengangkatan Tombolotutu untuk menjadi Pahlawan Nasional semakin intensif.

Ada fakta menarik mengenai perjuangan heroik Tombolotutu dalam melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Salah satunya adalah kisah mengenai perlawanan Tombolotutu terhadap pasukan Belanda di Teluk Tomini. Bahkan, Pemerintah Belanda menurunkan pasukan khusus untuk menumpas perlawanan Tombolotutu.

Tombolotutu merupakan seorang raja di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ia diketahui ikut turun melawan penjajah Belanda di garda terdepan. Bahkan, untuk melawan Tombolotutu, Belanda harus mengerahkan pasukan marmose atau pasukan khusus Belanda yang pernah diturunkan saat Perang Diponegoro dan Perang Aceh. Sebanyak 170 pasukan dikerahkan Belanda untuk melawan Tombolotutu kala itu. Hingga akhirnya, Tombolotutu mampu menahan serangan pasukan marsose.

(Fahmi Firdaus )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement