Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Mantan PNS Afghanistan Cari Nafkah untuk Keluarga, Ekonomi Kian Anjlok

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 11 November 2021 |14:47 WIB
Kisah Mantan PNS Afghanistan Cari Nafkah untuk Keluarga, Ekonomi Kian Anjlok
Sejak Taliban menguasai Afghanistan, kehidupan ekonomi semakin sulit (Foto: Reuters)
A
A
A

  • Di bibir jurang bencana kelaparan

Gangguan ekonomi, ditambah kekeringan parah dan pandemi corona, telah memperburuk kemiskinan dan menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan, serta menghadapi kelaparan akut.

Oktober lalu, Mary-Ellen McGroarty, Kepala Program Pangan Dunia (World Food Program) di Afganistan, mengatakan sekitar 8,7 juta orang berada di bibir jurang bencana kelaparan.

"Ada tsunami kemiskinan, penderitaan luar biasa, dan kelaparan yang tak terkendali," terangnya, dikutip DW.

Banyak warga Afganistan terpaksa menjual harta benda dan perabot rumah tangga mereka untuk membeli makanan. Bukan hanya orang miskin yang terkena dampaknya. Sebagian besar kelas menengah negara itu sekarang juga jatuh miskin.

Sharifa (bukan nama sebenarnya), perempuan yang mantan pejabat pemerintahan ini sebelumnya bekerja untuk departemen urusan perempuan. Kini ia kehilangan pekerjaan dan menganggur. Selain itu ia juga ketakutan akan kemungkinan menghadapi balasan dari Taliban.

"Saya sudah menganggur selama tiga bulan. Saya telah menjual semua barang-barang di rumah saya untuk membeli bahan pangan," kata ibu dua anak ini dan meminta untuk tidak disebutkan namanya karena takut.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement