Share

Putri Presiden Filipina Maju Jadi Cawapres

Susi Susanti, Okezone · Minggu 14 November 2021 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 14 18 2501495 putri-presiden-filipina-maju-jadi-cawapres-WH29I8bZv1.jpg Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan putrinya Sara Duterte (Foto: Reuters)

FILIPINA - Sara Duterte, putri tertua Presiden Filipina Rodrigo Duterte, akan mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam pemilihan umum yang akan digelar tahun depan.

Langkah itu mengakhiri spekulasi berbulan-bulan tentang apakah dia berencana untuk mencalonkan diri dalam pemilihan.

Pencalonan dirinya ini sebetulnya  tidak terlalu mengejutkan arena sebelumnya dia telah lama diharapkan untuk mengajukan diri menggantikan ayahnya, yang tidak dapat mencalonkan diri lagi sebagai presiden.

Diketahui Duterte terus memimpin jajak pendapat sepanjang tahun sebagai calon presiden teratas.

 Baca juga: Presiden Filipina Umumkan Pensiun dari Politik

Dia telah bergabung dengan partai politik baru (Lakas-CMD) yang dipimpin oleh mantan Presiden Gloria Arroyo, menggantikan kandidat lain yang mundur.

Tak lama setelah mengajukan pencalonannya, dia dipilih sebagai calon wakil presiden Ferdinand Marcos Jr, putra mendiang diktator Filipina Ferdinand Marcos, yang mencalonkan diri sebagai presiden.

Baca juga: Presiden Filipina: Presiden Bukan Pekerjaan Bagi Wanita

Duterte awalnya mengatakan dia akan maju sebagai calon wakil presiden, sebelum berubah pikiran bulan lalu dan mengumumkan pengunduran dirinya dari politik.

Namun, laporan muncul pada Sabtu (13/11) - mengutip sekretaris komunikasinya - bahwa dia akan mengajukan diri sebagai wakil presiden sebelum batas waktu 15 November.

“Senior Duterte akan mengajukan sertifikat pencalonannya untuk wakil presiden pada hari Senin, itulah yang dia katakan," terang Kepala komunikasi kepresidenan Martin Andanar kepada penyiar lokal ABS-CBN.

Namun, dia mengatakan hasilnya masih belum pasti. "Saya ingin percaya bahwa itulah rencananya untuk saat ini. Kami tidak tahu apakah ini akan menjadi rencana yang sama pada besok atau Senin (15/11),” lanjutnya.

Di Filipina, presiden dan wakil presiden dipilih secara terpisah.

Kandidat presiden lainnya termasuk mantan juara tinju populer Manny Pacquiao, dan walikota Manila.

Duterte, seorang tokoh "kuat" yang kontroversial, berkuasa pada tahun 2016 berjanji untuk mengurangi kejahatan dan memperbaiki krisis narkoba di negara itu.

Tetapi para kritikus mengatakan bahwa selama lima tahun berkuasa, Duterte telah mendorong polisi untuk melakukan ribuan pembunuhan di luar proses hukum terhadap tersangka dalam apa yang disebutnya "perang melawan narkoba".

Pengadilan Kriminal Internasional telah menyerukan penyelidikan resmi atas ribuan pembunuhan yang terjadi selama penumpasan mematikan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini