Share

Ritual Seks Tak Lazim, Bocah 13 Tahun Berhubungan Intim dengan Wanita Lebih Tua

Tim Okezone, Okezone · Minggu 14 November 2021 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 14 18 2501554 ritual-seks-tak-lazim-bocah-13-tahun-berhubungan-intim-dengan-wanita-lebih-tua-4tqDo0D2bI.jpg Ritual seks tak lazim di Suku Mangaia, Kepulauan Cook (Foto: Cook Island Tourism via Wanderlust)

KEPULAUAN COOK - Suku Mangaia di Kepulauan Cook, negara di Pasifik Selatan memiliki ritual seks yang tak lazim, Di sana, anak laki-laki berusia 13 tahun boleh berhubungan seks dengan wanita yang lebih tua. Hal ini dilakukan agar anak-anak muda tersebut belajar trik-trik untuk menyenangkan pasangan di tempat tidur dari wanita yang sudah lebih berpengalaman.

Seks aneh ini menjadi bagian dari tradisi suku yang ada di sana. Seks sebagai kebutuhan biologis merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan. Meskipun sikap terhadap seksualitas berbeda pada setiap budaya.

Suku Mangaia sangat menjunjung tinggi tradisi seksual, meskipun tak disukai oleh banyak negara terutama bangsa barat. Seks anak di bawah umur biasanya ditentang di banyak negara karena dianggap pelecehan terhadap anak. Namun di sini, mereka menganggapnya bagian dari pendidikan.

Salah satunya adalah ritual yang melibatkan remaja laki-laki dan perempuan yang lebih tua. Dalam budaya Mangia, baik anak perempuan atau laki-laki didorong untuk memiliki pasangan seksual sebanyak mungkin sampai menikah.

Baca juga: Ritual Seks Nyeleneh Suku Mangaia, Remaja 13 Tahun ML dengan Wanita Lebih Tua

Gadis-gadis muda mereka mulai memiliki banyak pasangan seksual muda umur 13 tahun, mereka diperbolehkan melakukan hubungan seksual dengan siapa saja terus menerus setiap malam, dalam budaya Mangia, setiap wanita diajarkan di usia muda bagaimana mencapai oragasme.

Sejak usia muda, laki-laki diajarkan bagaimana membuat perempuan orgasme melalui seks oral. Penis mereka juga ‘dibelah’ dibelah dari atas kulup sepanjang penis yang biasanya dilakukan oleh seorang ahli. Ahli itu juga mendidik anak laki-laki tentang topik seks.

Baca juga: Guru Dipenjara 5 Tahun Usai Berhubungan Seks dengan Muridnya, Sempat Ancam Korban

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Kemudian beberapa minggu setelahnya, biasanya ada upacara seksual yang diadakan untuk anak laki-laki. Dalam upacara ini wanita yang berpengalaman secara seksual dibuat melakukan hubungan seksual dengan anak laki-laki. Wanita ini mengajarkan anak laki-laki berbagai posisi dan teknik seksual memperlambat datangnya orgasmenya hingga wanita tersebut mampu mencapai orgasmenya terlebih dahulu.

Melansir dari blog History of Yesterday, penghuni Suku Mangaia yang hidup di bagian tengah-selatan merupakan wilayah terbesar kedua di Kepulaun dengan luas 51,8 km2 dan populasi sekitar 499 pada tahun 2016.

Diyakini pada awalnya, Kepulauan Mangia tidak ditemukan, melainkan muncul dari dunia bawah Avaiki yang sudah dihuni oleh leluhur spiritual Polinesia. Dengan kedatangan penjelajah dan navigator Inggris Kapten James Cook, pulai itu ditemukan oleh orang Eropa pada 29 Maret 1777.

Sebelum kedatangan penjelajah Inggris, budaya Mangaia ditandai dengan kekerasan, karena sebagian besar pemimpin sering terlibat dalam peperangan untuk menandai wilayah atau mengambil alih kekuasaan tertentu.

Tetapi semua itu berubah pada tahun 1823, Pulau itu dikunjungi oleh penjelajah Inggris lainnya dari London Missionary Society bernama John Williams. Tidak mendarat pada kedatangan pertamanya, John Williams Kembali pada tahun 1824 dan meninggalkan dua pengkhotbah untuk mengubah penduduk pulau menjadi Kristen, setelah itu tidak ada lagi peperangan dan kekerasan Politik di pulau tersebut.

Meskipun peradaban secara bertahap diperkenalkan terutama di wilayah selatan Kepuluan Cook, Mangia telah berhasil mempertahankan tradisinya, termasuk ritual seks yang tak biasa itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini