JAKARTA - Indonesia memiliki kekayaan peninggalan sejarah yang berlimpah. Bahkan hingga kini, kerap ditemukan harta karun di daratan maupun perairan Indonesia. Bicara tentang harta karun, berikut peninggalan harta karun yang pernah ditemukan di Indonesia.
1. Penemuan Cagar Budaya di Sukoharjo
Pada 2019, area persawahan Joho, Sukoharjo, Jawa Tengah menjadi lokasi ditemukannya sebuah cagar budaya. Area persawahan yang diduga sebagai pemakaman kuno tersebut ternyata menyimpan banyak peninggalan. Benda yang ditemukan di lokasi itu antara lain, tembikar, manik-manik, tulang, logam, dan benda lainnya yang diduga telah berusia seratusan tahun. Bupati Sukoharjo kemudian menetapkan lokasi tersebut sebagai cagar budaya.
BACA JUGA: 5 Penemuan 'Harta Karun' Menggemparkan di Indonesia, Nomor 4 Sempat Dikira Panci Bekas
2. Penemuan Koin Dekat Kuburan Kuno di Aceh
Harta karun berupa koin ditemukan di Aceh pada 2004 lalu. Harta karun itu ditemukan dekat kuburan kuno saat tsunami dahsyat melanda Aceh 2004. Koin yang ditemukan di Desa Gampong Pande ini diperkirakan berasal antara tahun 1200 hingga 1600 Masehi. Gampong Pande terletak di bekas wilayah kerajaan Islam pertama Aceh. Antara abad ke-13 dan ke-17, Gampong Pande menjadi sentra industri yang memproduksi barang berupa koin emas. Koin yang ditemukan kemudian dijual ke penadah yang saat itu mematok harga 800 rupiah tiap keping.
BACA JUGA: Daerah Ini Jadi Gudangnya Harta Karun, Ada Benda Ditemukan di 3 Gunung
3. Penemuan Artefak Kapal Layar Dhow di Bangka Belitung
Seorang direktur perusahaan beton asal Jerman, Tilman Walterfang, pernah menemukan kapal layar jenis dhow di perairan Bangka Belitung. Kapal tersebut ditaksir bernilai jutaan dolar. Tilman menyelam ke dasar lautan untuk mengambil kapal layar jenis dhow, yang mengarungi lautan dari Afrika ke Tiongkok sekitar 830 Masehi. Harta karun itu memiliki makna sejarah sehingga pihak Shanghai, Singapura, dan Doha saling berlomba membelinya. Sekitar 60 ribu artefak dikumpulkan oleh tim Walterfang dari dasar laut, termasuk kendi minuman anggur, mangkuk teh dengan pola timbul dari emas, piala perak, dan piring yang telah berusia 1.200 tahun.
4. Penemuan Kapal Dagang VOC Belanda di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
Menurut data Asosiasi Perusahaan Benda Muatan Kapal Tenggelam (ASPBMKT), pada 1985 seorang warga negara Australia berkebangsaan Inggris bernama Michael Hatcher berhasil mengeruk harta karun dari De Geldermalsen. De Geldermasen merupakan sebuah kapal dagang milik VOC Belanda yang tenggelam kira-kira 2,5 abad silam di perairan antara Pulau Mapur dan Merapas, sekitar 75 mil di sebelah tenggara Tanjung Pinang. Dalam kapal itu terdapat 150 ribu barang pecah belah antik buatan Tiongkok dan 225 batang emas lantakan. Temuan tersebut kemudian dilelang di Balai Lelang Christie di Amsterdam dengan total nilai US$15 juta atau sebesar Rp215 miliar.
5. Penemuan Keramat Nabi di Pelabuhan Cirebon
Harta karun dari kapal karam di Indonesia ditemukan di sebuah bangkai kapal yang berasal dari abad ke-10. Kapal yang terbaring di perairan Cirebon ini berhasil diekskavasi antara April 2004 hingga Oktober 2005, pada kedalaman 56 meter di bawah permukaan laut. Dalam kapal yang berjarak 80 mil dari Pelabuhan Cirebon tersebut ditemukan harta karun yang disebut-sebut sebagai keramat Nabi, yaitu berupa batu permata besar milik Dinasti Fatimiyah. Dinasti Fatimiyah mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad.
Para tim penyelam membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat mengangkut muatan yang berjumlah 270.000 objek ini. Objek yang ditemukan berupa kristal, permata, porselen Tiongkok, keramik, emas dan mutiara. Harta karun kapal karam Cirebon ini diperkirakan sudah terpendam selama 1.000 tahun.
6.Penemuan Perhiasan di Klaten
Tahun 1990 di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, ditemukan puluhan kilogram perhiasan emas. Perhiasan itu ditemukan oleh enam orang warga yang menggali tanah berpasir sedalam tiga meter untuk tanah uruk. Awalnya, warga tersebut hanya menemukan empat buah guci. Setelah dibuka, ternyata guci berisi perhiasan emas, perak, kalung, mangkuk, tas koin, dan lain sebagainya. Ini menjadi temuan mahakarya terbesar sepanjang sejarah.
Harta karun tersebut diperkirakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno antara abad 8-9 Masehi. Pemerintah pun mengamankan barang-barang ini dan memberikan penghargaan dan santunan uang bagi penemunya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.