Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Daftar Penangkapan Teroris yang Dilakukan Selama Pandemi, dari Bekasi hingga Merauke

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Selasa, 16 November 2021 |17:19 WIB
Daftar Penangkapan Teroris yang Dilakukan Selama Pandemi, dari Bekasi hingga Merauke
Ilustrasi penangkapan teroris. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Penangkatan teroris dilakukan selama pandemi Covid-19. Aksi terorisme yang kian meresahkan masyarakat menuntut pihak kepolisian, dalam hal ini Densus 88 antiteror untuk bergerak cepat guna menangkap para tersangka.

Sehingga, aksi teror bisa dicegah. Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, penangkapan para terduga teroris ini tetap dilakukan. Berikut daftarnya.

Baca juga: Polri Sebut Terduga Teroris JI di Jatim dan Lampung Saling Berkaitan


Baca juga: Bertambah 2, Total ada 5 Terduga Teroris yang Ditangkap Densus di Jatim

Juni 2020

A, terduga teroris, berhasil dibekuk tim Densus 88 pada 8 Juni 2021 di Cirebon, Jawa Barat. Penangkapan itu dilakukan pagi hari, sekitar pukul 04.30 WIB. A diduga terlibat dalam kelompok jaringan teroris JAD (Jamaah Ansharut Daulah).

Polisi juga melakukan penggeledehan di 2 lokasi berbeda, yakni di kediaman A dan di rumah orangtuanya. Hasilnya, beberapa barang bukti yang mengarah ke aksi teror berhasil diamankan. Seperti buku terkait jihad, alat komunikasi, dan keling (jenis senjata tajam).

Oktober 2020

Empat orang terduga teroris ditangkap pada Oktober 2020 di Bekasi, Jawa Barat. Meskipun sama-sama diringkus di Bekasi, keempatnya ditangkap di lokasi berbeda yakni Cikarang, Aren Jaya, Mustika Jaya dan jalan Pondok Indah Timur.

Dari hasil penangkapan dan penggeledahan, polisi menemukan buku bacaan tentang syahid, telepon genggam, busur dan anak panah, katana, serta beberapa barang lain yang menjurus ke arah terorisme.

Mei 2021

Sebanyak 13 terduga teroris ditangkap oleh Densus 88 di Merauke, Papua pada Mei 2021. Terduga teroris ini merupakan anggota JAD. Barang bukti yang diamankan dari salah satu tersangka adalah peledak cair.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dua dari belasan terduga teroris itu sudah dipersiapkan untuk melakukan aksi bom bunuh diri atau pengantin bom. Adapun sasaran aksi terornya adalah pemimpin gereja. Para pelaku sedianya akan berpura-pura mencari rumah kos dengan membawa tas besar berisi bom.

November 2021

Densus 88 antiteror menangkap 3 orang terduga, yakni BA, A,S dan RH di Jawa Timur. BA ditangkap di Bojonegoro, AS diamankan di Gresik, sementara RH diringkus polisi di Kediri. Ketiganya merupakan anggota Jamaah Islamiyah atau JI.

Berbagai sumber menyebutkan, para tersangka memiliki perannya tersendiri. Misalnya, AS merupakan pengajar latihan menembak dan kemampuan bertahan hidup di Cemoro Kandang. BA bertugas mendistribusikan senjata jenis M16 kepada tersangka lain, HP, yang sudah lebih dulu tertangkap. Sedangkan RH terlibat dalam tindakan terorisme di Kediri.

*diolah dari berbagai sumber 

Ajeng Wirachmi/Litbang MPI

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement