Kemenkes RI: Covid-19 Melonjak di Eropa Meski Vaksinasi Sudah Tinggi

Susi Susanti, Okezone · Rabu 24 November 2021 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 18 2506505 data-kemenkes-ri-covid-19-melonjak-di-eropa-meski-vaksinasi-sudah-tinggi-XGKLv3CdZS.jpg Kasus Covid-19 melonjak di Eropa walau vaksinasi sudah tinggi (Foto: Reuters)

JAKARTAKementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat Covid-19 varian delta dan turunannya masih mendominasi di Eropa walau tingkat vaksinasi sudah tinggi . Hal ini terlihat dari beberapa data yang diperoleh Kemenkes.

Misalkan saja di Austria, sejak Juli lalu, B.1.617.2 merupakan varian dominan menggantikan Alfa. Namun menjelang Oktober, AY.43 mulai meningkat walaupun masih di bawah B.1.617.2.

Di Belgia, sejak Juli lalu, AY.43 merupakan varian dominan menggantikan Alfa. B.1.617.2 mulai meningkat sejak Juli tapi masih di bawah AY.43 dan mulai menurun di akhir Oktober.

Kemudia di Republic Ceko, sejak Juli, AY.43 merupakan varian dominan menggantikan Alfa. Kemudian menjelang Oktober, B.1.617.2. mulai meningkat walaupun masih di bawah AY.43.

Baca juga: WHO: Eropa Pusat Pandemi Covid-19 Meskipun Persediaan Vaksin Banyak

Untuk Prancis, sejak Juli lalu, AY.43 merupakan varian dominan menggantikan Alfa. Menjelang Oktober, B.1.617.2. mulai meningkat walaupun masih di bawah AY.43.

Sedangkan Jerman, sejak Juli lalu, AY.43 merupakan varian dominan menggantikan Alfa. Menjelang Oktober, B.1.617.2 mulai meningkat walaupun masih di bawah AY.43.

Khusus di Hungaria, belum ada informasi sekuens yang tersedia di outbreak.info.

Baca juga: WHO: Covid-19 Melonjak di Eropa, 'Peringatan' untuk Seluruh Dunia

Adapun di Belanda, sejak Juli, B1.617.2 merupakan varian dominan menggantikan Alfa. Di saat yang sama, AY.43 mulai meningkat walaupun masih di bawah B.1.617.2.

Polandia mencatat sejak Juli, AY.4 merupakan varian dominan menggantikan Alfa. Di saat yang sama, B.1.617.2 mulai meningkat walaupun masih di bawah AY.4.

Di Inggris, sejak Juli, AY.4 menggantikan dominasi Alfa hingga akhir Oktober. AY.4.2 mulai meningkat menjelang Oktober.

Sementara di India dan Argentina, kasus belum naik kembali setelah enam bulan sejak puncak kasus.

Namun, di Colombia dan Sri Lanka, kasus mulai naik kembali kurang dari enam bulan sejak puncak kasus.

Sementara itu, delapan negara dengan populasi lebih dari 20 juta yang telah melewati puncak Delta dan kini menjadi kasus rendah yakni India, Argentina, Colombia, Afrika Selatan, Indonesia, Moroko, Jepang, dan Sri Lanka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini