Share

Olah TKP Pelecehan Seksual di Unsri, Dosen Peluk Korban hingga Minta Oral Seks

Firdaus, iNews · Jum'at 03 Desember 2021 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 340 2511267 olah-tkp-pelecehan-seksual-di-unsri-dosen-peluk-korban-hingga-minta-oral-seks-i7J2qNIf1b.jpg Polda Sumsel olah TKP pelecehan seksual di Unsri. (Foto : iNews/Firdaus)

PALEMBANG – Subdit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polda Sumatera Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara untu menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya Indralaya, Kamis (2/12/2021).

Dengan mengenakan jaket hitam sebagai penutup kepala, korban dugaan pelecehan oleh oknum dosen ikut dalam olah TKP di lokasi kejadian. Ia didampingi pihak universitas serta rekan-rekan dari BEM KM Unsri. Subdit PPA Polda Sumatera Selatan melakukan olah TKP di dalam ruangan yang menjadi tempat kejadian.

Kasubdit PPA Polda Sumsel, Kompol Masnoni, mengatakan pihak penyidik sedikit mengalami kesulitan karena posisi dalam ruangan sudah banyak yang berubah tidak sesuai dengan saat kejadian. Korban diminta menjelaskan kejadian secara rinci apa yang dialaminya di ruangan tersebut.

Korban mengaku ada beberapa meja dan sofa yang sudah berubah. Bahkan ada yang sudah tidak ada lagi di ruangan.

Baca Juga : Soal Kekerasan Seksual di Kampus, Dekan Unpad Minta Prosedur Pelaporan Diperbaiki

“Saat ke TKP berdasarkan pengakuan dari korban, tempat sudah tidak sesuai saat kejadian. Ternyata kepala ruangan itu sudah diganti dan ada barang yangg dikeluarkan,” katanya, Kamis (2/12/2021).

Kepada pihak penyidik, korban mengaku mengalami tindakan pelecehan dari oknum dosen tersebut. Korban mengalami pelecehan secara fisik dengan cara dipegang dan dicium oleh oknum dosen.

Kasubdit PPA Polda Sumatera Selatan, Kompol Masnoni menjelaskan, dari olah TKP, diketahui oknum dosen memegang tangan, membuka baju korban, serta mencium dan memeluknya. Bahkan pelaku meminta kepada korban melakukan oral seks dengan cara korban disuruh memegang alat kelamin pelaku.

“Dosen pegang tangan habis itu membuka baju korban. Selanjutnya dadanya juga dicium dan dipeluk sampai sudah melakukan oral, memegang alat kelamin pelaku,” kata Masnoni.

Sementara itu, Masnoni mengatakan, korban saat ini mengalami trauma akibat kejadian yang dialaminya,

“Psikis korban sangat tertekan ya, malu. Kedua, takut akan lingkungan sekitar jadi masih trauma,” ucapnya.

Usai melakukan olah TKP dengan memintai keterangan saksi dan korban, penyidik secepatnya akan memanggil oknum dosen tersebut untuk dimintai keterangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini