Perawat Ini Lakukan Pelecehan Seksual ke Pasien Disabilitas hingga Melahirkan, Dihukum Penjara 10 Tahun

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 04 Desember 2021 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 18 2511804 perawat-ini-dihukum-penjara-10-tahun-usai-pelecehan-seksual-ke-pasien-disabilitas-hingga-hamil-dan-melahirkan-ZZJa91k95t.jpg Perawat ini melakukan pelecehan seksual ke pasien disabilitas hingga hamil dan melahirkan (Foto: Reuters)

PHOENIX - Seorang mantan perawat asal Arizona, Amerika Serikat (AS) yang melakukan pelecehan seksual terhadap pasien disabilitas hingga hamil dan melahirkan, dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun.

Nathan Sutherland dijatuhi hukuman maksimum yang diizinkan berdasarkan tuduhan penyerangan seksual yang dia akui bersalah pada persidangan September lalu.

Serangan seksual terhadap wanita, yang saat itu berusia 29 tahun, dilaporkan setelah korban melahirkan pada Desember 2018 di fasilitas Hacienda HealthCare di Phoenix, tempat dia menjadi pasien.

Keluarganya mengatakan dia memiliki cacat intelektual yang signifikan sebagai akibat dari kejang di awal masa kecilnya. Dia memiliki beberapa kemampuan untuk menggerakkan anggota badan, kepala dan lehernya tetapi tidak dapat berbicara.

Baca juga: Sekolah Ini Selesaikan Kasus Pelecehan Seksual yang Terjadi 35 Tahun Lalu

Sutherland ditangkap dan didakwa pada Januari 2019 setelah bukti DNA dirinya ada di tubuh korban. Tak lama kemudian dia dipecat dan mengaku bersalah atas serangan seksual dan pelecehan seksual di persidangan pada September lalu.

"Sulit membayangkan orang dewasa yang lebih rentan daripada korban dalam kasus ini," kata Hakim Pengadilan Tinggi Margaret LaBianca saat menjatuhkan hukuman.

Baca juga: Korban Pelecehan Seksual Penjual Mainan di Jakarta Utara Alami Trauma

Afiliasi NBC KPNX dari Phoenix melaporkan Sutherland juga dijatuhi hukuman percobaan seumur hidup yang diawasi dan dia harus mendaftar sebagai pelanggar seks.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Jaksa Wilayah Maricopa Allister Adel menyebut hukuman itu adil dan pantas.

"Hukuman ini menghormati keinginan para korban dalam kasus ini," terangnya.

"Saya berkomitmen untuk meminta pertanggungjawaban pelanggar dan ketika menentukan persyaratan kesepakatan pembelaan yang ditawarkan kepada terdakwa mana pun, semua faktor, baik yang meringankan maupun yang memberatkan, telah dipertimbangkan,” lanjutnya.

Menurut The Associated Press, di pengadilan pada Kamis (2/12), Sutherland meminta maaf kepada korban dan keluarganya. Ibu korban adalah wali dari anak tersebut.

"Untuk korban, saya minta maaf," ujarnya.

"Kamu tidak pantas disakiti tidak peduli apa yang terjadi dalam kehidupan pribadiku dan iblis yang aku lawan. Aku tidak punya hak untuk membuatmu melalui itu,” lanjutnya.

Adapun kuasa hukum keluarga korban, John A.Micheaels mengatakan mereka meminta hukuman maksimal untuk Sutherland. Keluarga tidak ingin berkomentar lebih lanjut.

Sementara itu, CEO fasilitas perawatan Hacienda HealthcCare itu Bill Timmons mengundurkan diri setelah korban melahirkan. Lalu negara bagian Arizona, Hacienda, dan lainnya menyelesaikan tuntutan hukum jutaan dolar yang diajukan oleh keluarga wanita itu.

CEO Hacienda yang baru Perry Petrilli, mengatakan dalam sebuah pernyataan jika pihaknya lega jika pelaku kejahatan sudah dihukum.

"Kami lega bahwa dia tidak akan pernah lagi menyiksa manusia lain yang tidak bersalah,” ungkapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini