Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gunung Semeru Meletus dan Ramalan Jayabaya Pulau Jawa Terbelah

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 05 Desember 2021 |06:03 WIB
Gunung Semeru Meletus dan Ramalan Jayabaya Pulau Jawa Terbelah
Erupsi Gunung Semeru (Foto: istimewa)
A
A
A

Menurut data PVMBG, kata dia, aktivitas Gunung Semeru berada di kawah Jonggring Seloko. Kawah ini berada di sisi tenggara Puncak Mahameru. Sedangkan karakter letusannya, Gunung Semeru ini bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi 3 - 4 kali setiap jam.

Karakter letusan vulcanian berupa letusan eksplosif dapat menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya. Sedangkan karakter letusan strombolian biasanya terjadi pembentukan kawan dan lidah lava baru. Saat ini, Gunung Semeru berada pada status level II atau waspada.

Mengulas ke belakang, akan ada banyak orang yang mengakitkan letusan Gunung Semeru ini dengan Ramalan Jayabaya. Raja Kediri itu meramalkan Pulau Jawa suatu saat akan terbelah.

Ramalan itu juga dikaitkan dengan aktivitas vulkanik di Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Brebes, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Tegal. Bahkan, mitos itu pun sampai saat ini masih diyakini warga sekitar lereng Gunung Slamet. Terlebih lagi, gunung dengan ketinggian 3.428 meter itu berada nyaris di tengah-tengah antara pantai utara dan selatan Jawa.

Baca juga: 2 Helikopter dan 3 Kompi TNI Diterjunkan Evakuasi Korban Erupsi Gunung Semeru

Cerita ini sudah lama berkembang di warga Banyumas dan sekitarnya yang dikaitkan dengan ramalan Jayabaya. Mereka meyakini mitos yang menyebutkan Pulau Jawa akan terbelah jika Gunung Slamet meletus. Meski demikian, sampai saat ini mitos tersebut belum dapat dibuktikan secara nyata. Berdasarkan penelusuran sumber Solopos.com, Gunung Slamet cukup populer di kalangan pendaki meski medannya cukup sulit.

Kaki gunung itu terletak di kawasan wisata Baturraden yang menjadi andalan Kabupaten Banyumas. Sebagaimana gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Slamet terbentuk akibat subduksi lempeng Indo-Australia pada lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa.

Baca juga: Ini Identitas Korban Tewas Akibat Erupsi Gunung Semeru

Retakan pada lempeng membuka jalur lava ke permukaan. Gunung ini sempat meletus pada 1999 dan sering mengalami erupsi kecil. Pada Maret 2014 status gunung ini menjadi waspada. Berdasarkan data PVMBG aktivitas Gunung Slamet masih fluktuatif.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement