JAKARTA - Hoegeng, salah satu Tokoh Indonesia yang terkenal jujur dan sederhana pada saat ia menjabat menjadi Mentri maupun Kapolri. Saat menjabat menjadi Kapolripun Hoegeng dipuji oleh mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid sempat memujinya "hanya ada 3 polisi jujur di negara ini: polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng".
Kisah Hoegeng menolak pemberian hadiah tidak hanya sekali, saat ia menjabat sebagai Kapolri ia juga sempat menolak hadiah dua motor Lambretta yang merupakan merek scooter terkenal saat itu.
Aditya Soetanto Hoegeng atau Didit, putra Hoegeng bercerita bahwa ia terkejut melihat ada dua kiriman motor yang masih terbungkus plastik dirumahnya, terletak didekat kamarnya. dikutip dari buku Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono:
“Semoga Papi tidak menolak. Mungkin kalau motor boleh. Daripada tidak dapat mobil, Lambretta pun lumayan,” pikir Didit saat itu.
Sorenya, Didit melihat ayahnya Hoegeng pulang dari kantor, Hoegeng pun langsung memanggil ajudannya saat melihat dua motor Lambretta yang terletak dirumahnya. Kemudian Hoegeng melihat jam tangannya dimana masih menunjukan pukul 16.00, ia memerintahkan ajudannya untuk mengembalikan dua motor tersebut. dikutip dari buku Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono:
“Ini masih jam 16.00, masih ada orang di kantornya. Tolong motor ini dikembalikan lagi ke pengirimnya.”
Didit yang mendengar perintah ayahnya, hanya diam, selain sedih dia hanya bisa bergumam dalam hati “Ya, pahit lagi”.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.