"Artinya, siswa masih bisa bersekolah tetapi tidak bisa mengikuti ekstrakurikuler apa pun termasuk pertemuan keluarga atau perjalanan," lanjutnya.
Masa karantina itu terjadi sebelum minggu Thanksgiving, mengakibatkan lusinan rencana dibatalkan
"Kami sangat sukses memiliki anak di sini setiap hari selama lebih dari satu tahun sekarang dan 99%+ keluarga kami mengikuti aturan dan memahami aturan," ujarnya.
"Ini adalah kesempatan untuk melihat ini sebagai ajakan untuk bertindak dan meminta setiap orang untuk bertindak dengan integritas. Kita semua bergantung satu sama lain,” lanjutnya.
Geithman mengatakan ini adalah transmisi berbasis kelas pertama di distrik itu.
"Respon awal mereka (keluarga) tidak yakin dengan protokol Covid-19,” ujarnya.
"Proses yang diperintahkan orang tua untuk dilakukan oleh Kesehatan Masyarakat Kabupaten Marin adalah karantina,” ungkapnya.
Distrik sekolah mengatakan kepada CNN bahwa mereka telah mengambil tindakan terhadap orang tua, tetapi rincian hukuman itu tetap dirahasiakan.
"Mereka sejak itu mengeluarkan surat permintaan maaf kepada saya, kepala sekolah, dan guru yang terlibat dan mengakui kurangnya penilaian mereka," ujarnya.