Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Negarakertagama, Kitab yang Menjadi Saksi Kebesaran Majapahit di Masanya

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 13 Desember 2021 |05:41 WIB
Negarakertagama, Kitab yang Menjadi Saksi Kebesaran Majapahit di Masanya
Peta Kerajaan Majapahit (foto: wikipedia)
A
A
A

KITAB Negarakertagama menggambarkan bagaimana kejayaan Kerajaan Majapahit di masa lampau. Kitab ini merupakan karangan dari pujangga Mpu Prapanca pada bulan Aswina tahun Saka 1287. Kitab ini terdiri dari 98 pupuh atau semacam bab, dimana setiap pupuh - pupuhnya tersusun sangat rapi.

Menariknya, Kakawin Negarakertagama ini bersifat puja sastra menyanjung dan mengagungkan kebesaran raja. Tetapi karya ini tidak disusun atas perintah Hayam Wuruk, sebagai tujuan politik pencitraan, maupun melegitimasi kekuasaan raja. Kitab ini murni sebagai kehendak Mpu Prapanca yang ingin menghaturkan bakti pada raja dan negaranya.

 Baca juga: Majapahit dan Hayam Wuruk Jadi Nama Jalan di Bandung, Wujud Terkikisnya Rasa Dendam

Pada pupuh I, sebagaimana dikutip dari buku "Hitam Putih Mahaputih Gajah Mada" dari Sri Wintala Achmad, Prapanca memuji keagungan Raja Hayam Wuruk, yang bergelar Sri Rajasanagara. Prapanca memandang Raja Hayam Wuruk sebagai titisan Siwa Buddha, untuk menentramkan kerajaan.

Pada pupuh II - VI, digambarkan bagaimana hubungan kekerabatan Raja Hayam Wuruk. Prapanca memuji kecakapan nenek raja, yang bernama Rajapatni putri Gayatri. Putri bungsu Sri Kertanagara dari Kerajaan Singasari, beliau bertindak sebagai penasihat utama dalam pemerintahan.

Baca juga:  Gajah Mada Jadi Dalang Pembunuhan Raja Majapahit?

Selanjutnya pada pupuh VIII, Hayam Wuruk dikisahkan sebagai titisan dewa. Beliau mengusap duka si murba sebagai dewa Indra, yang menurunkan hujan di atas bumi. Sang raja menjaga negara seperti Pertiwi, meresap ke semua tempat laksana hawa, sedangkan rupa beliau laksana bulan. Semua orang tunduk kepada kuasa raja.

Prapanca mengisahkan seluk beluk Kerajaan Majapahit di pupuh VIII - XII. Di pupuh ini keindahan istana Majapahit dijelaskan secara rinci oleh Prapanca. Bahkan beberapa punggawa dan pegawai kerajaan. Luasan kekuasaan Majapahit digambarkan oleh Prapanca di Pupuh XIII - XIV. Di dalam pupuh tersebut, tercantum pula nama - nama daerah dan pulau yang tunduk kepada Majapahit.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement