Semarang- Era digital munculkan banyak brand kuliner baru baik lokal maupun luar negeri yang digemari masyarakat, terlebih dengan dukungan teknologi. Indonesia dengan ragam kuliner lokal legendaris terus mengembangkan diri agar tak lekang dimakan waktu, bahkan pandemi.
Inilah cerita dari Ari Wibowo Subekti, generasi ke-5 dari Ny. Subekti, pendiri kuliner legendaris Mbok Berek Ny. Subekti asal Jawa Tengah. Resep ayam goreng yang tak pernah berubah seiring waktu dan hadir secara turun temurun kini terus mengembangkan bisnisnya pada era digital, sejak awal berdirinya sebelum era kemerdekaan.
“Kisah Mbok Berek ini bermula dengan buyut saya yang berjualan pakai sepeda dengan dipikul (dagangannya). Saat buyut saya lewat depan Keraton Jogja, kebetulan ada Sri Hamengku Buwono IX sedang duduk di taman. Karena merasa kasihan, akhirnya Sultan membeli jualan dalam pikulan tadi dan setelah dicoba, ternyata enak. Karena terkenal oleh Sri Sultan, akhirnya menyebar ke berbagai wilayah lain. Puncaknya ketika Presiden Bung Karno sedang kunjungan kerja di Jogja dan diajak oleh Sri Sultan makan ayam. Ayam goreng buyut saya seketika langsung booming pada era tersebut.” kata Ari.
Ari menambahkan cerita dari buyutnya tersebut menjadi legenda keluarga Ny. Subekti yang kini mencapai beberapa generasi keturunan. Walaupun (bisnis) berasal dari keluarga, selalu ada tantangan untuk mengembangkan Mbok Berek.
"Mulai dari generasi ke-3, kami mulai mengembangkan outlet. Tadinya Mbok Berek ini ya ayam goreng aja, tapi setelah dikembangkan jadi ada kremes, gudeg, sambel goreng, bahkan menjadi pionir kremes hingga saat ini. Meskipun begitu, pesan almarhum mbah saya, jangan pernah untuk merubah resep, kalau seputar pemasarannya saja ya tidak apa-apa. Pesan dari buyut tersebut yang selalu saya pegang sampai sekarang, yang kini menjadi PR saya mengembangkan sisi marketing, yang salah satunya dibantu oleh GoFood sejak 2018 hingga saat ini," katanya.
Ari menambahkan sejak bergabung dengan GoFood sebelum pandemi, hingga saat ini penjualan lewat GoFood masih menjadi nomor satu dari keseluruhan penjualan Mbok Berek, bahkan sampai 50 persen.
"Meski banyak channel lain yang saya gunakan bahkan memberikan banyak promo, belum ada yang bisa menggoyang GoFood, baik sebelum dan setelah pandemi. Bahkan Alhamdulillah, kini Mbok berek telah tiga tahun berturut-turut memenangkan penghargaan kuliner terbaik Jawa Tengah, bahkan di atas pemain-pemain franchise asal luar negeri," tuturnya.
Semangat yang dibawa Ari sejalan dengan gerakan #BangkitBersama yang dihadirkan oleh GoTo. dimulai dari daerah-daerah, termasuk Semarang, Dalam acara Sarasehan #BangkitBersama GoTo dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang (9/12), CEO dan Co-Founder Tokopedia William Tanuwijaya menjelaskan dengan ekosistem yang terdiri Gojek, GoPay dan Tokopedia, Grup GoTo memiliki semangat untuk mengajak UMKM lokal bisa menjadi juara di negeri sendiri dengan memberikan beragam akses, seperti akses digital melalui GoFood.
"Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal, termasuk di Jawa Tengah melalui digitalisasi, agar dapat menjadi juara di negeri sendiri. Karena bagaimana UMKM mau dipaksa untuk ekspor, kalau di negara sendiri aja masih berjuang untuk berjualan," ujarnya.
Untuk itu misi GoTo ialah mendorong mereka UMKM yang lokal, jadi yang juara. Kami berharap kisah kuliner lokal legendaris seperti Mbok Berek Ny. Subekti dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya untuk #BangkitBersama.”
Dalam semangat #BangkitBersama, Ari menambahkan bahwa anak muda yang ingin mengembangkan bisnis perlu terus bekerja keras, meyakinkan pelanggan dan tidak hanya cari yang tinggal jadi.
“Banyak yg bilang, bahwa Ari ini enak (bisnisnya) sudah jadi dan tinggal nerusin. Padahal Saya digembleng almarhum ayah dan ibu untuk mental bisnis sejak kecil, untuk (bisa) melanjutkan bisnis ini. Pernah saya jadi tukang parkir, saya dididik Bapak (ayah) dari susah untuk memarkirkan mobil tamu yang datang," ucapnya.
Tak hanya itu, ia juga bercerita dalam berjualan ia memiliki beberapa tugas seperti menghitung keuangan, hingga disuruh menyembelih ayam.
"Bahkan lucunya saat saya sudah memegang usaha keluarga ini, banyak pelanggan yang menganggap jualan kita bukan Mbok Berek yang asli. Hal ini yang saya rasa kebanyakan anak muda zaman sekarang belum tentu mau, karena mendengar cerita kita saat sudah sukses saja. Sehingga mereka tidak bisa menikmati serunya berusaha," tuturnya.
Kegigihan, kesabaran serta ketelatenan Ari ini terus membawa Mbok Berek dapat menghadapi tantangan pandemi.
“Awal pandemi sampai Oktober 2021, omzet kami turun sampai 70 persen. Disitulah mentalitas kita diuji, bahwa kita harus tetap bertahan. Karena saya dididik bapak dari bawah, begitu terkena pandemi, saya terus gerak cepat untuk mengurangi operasional yang tidak perlu. Apa yang harus diselesaikan dulu, produksi kita stop sampai 50 persen," ucapnya
Dengan adanya GoFood diakui sangat membantu penjualan karena selama pandemi pengunjung tidak bisa datang. Bahkan ia merasa kalau tidak ada GoFood, mungkin penurunan akan jauh lebih parah dari 70 persen.
"Karena 30-40% dari omzet Mbok Berek selama pandemi itu penyumbang nya dari GoFood. Mental kita harus tetap dijaga, jangan pernah ngeluh, banding-bandingkan, introspeksi diri. Alhamdulillah kami juga tidak melakukan pengurangan karyawan dari yang berjumlah 20 orang, karena penting untuk terus memberikan penghidupan buat yang lain," ujarnya.
Mengimani pesan #BangkitBersama dari GoTo, Ari juga memberi pesan bagi teman-teman UMKM. Karena selain selalu ikut promo yang diselenggarakan GoFood, Ari selalu terlibat dalam pelatihan yang diadakan GoFood, tetapi menjadi pembicara bagi UMKM lain karena kisah inspiratifnya ini.
”Apa sih makna #BangkitBersama bagi saya? Era digital saat ini, pelanggan serba minta cepat. Jangan patah semangat, apalagi buat kita yang mulai dari bawah. Jangan tidak laku sedikit, langsung malas berusaha. Sebelum bisnis, harus paham apa yang mau disasar apa dituju. Tinggal tergantung mental, misal jangan ambil untung yang banyak dulu diawal. Mau bangkit ya jangan nengok kanan kiri, fokus tujuan sama fokus apa yang mau disasar. Jangan pernah putus asa, terima yang dihadapi dengan tulus.”
(CM)
(Karina Asta Widara )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.