Selain itu, total korban meninggal dunia hingga kini mencapai 21 orang di mana enam di antaranya sudah diidentifikasi Satgas KJRI Johor Bahru. KJRI Johor Bahru pun merilis data enam jenazah WNI telah diverifikasi oleh pihak keluarga yaitu inisial M asal Pekan Baru, inisial TM dan AM asal Cilacap, inisial BB dan SM asal Lombok Tengah, inisial AP asal Lombok Timur.
Satgas KJRI Johor Bahru telah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait untuk repatriasi jenazah ke Indonesia. Sementara, untuk penanganan 13 korban yang selamat saat ini KJRI Johor Bahru berkoordinasi dengan jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Negeri Johor tengah melakukan verifikasi dan pendataan para korban.
Aparat pemerintah Malaysia telah mengerahkan tim research dan rescue untuk mencari kemungkinan korban lainnya. Dia juga mengatakan Basarnas juga melakukan patroli SAR di perbatasan dengan mengerahkan dua kapal dan 19 personel. “Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian pada luas radius jarak operasi sekitar ±111 NM persegi atau sekitar ±380 km persegi yang meliputi kawasan Tanjung Balau hingga ke kawasan Tanjung Punggai, Pantai Batu Layar,” terangnya.
(Susi Susanti)