Share

Pengasuh Panti Asuhan Diduga Cabuli 3 Bocah di Hotel

Adi Haryanto, Koran SI · Selasa 21 Desember 2021 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 20 340 2520032 pengasuh-panti-asuhan-diduga-cabuli-3-bocah-di-hotel-DQpJzd69e1.jpg Illustrasi (foto: freepick)

BANDUNG BARAT - Pengasuh di salah satu panti asuhan di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diduga telah melakukan aksi pencabulan kepada tiga anak di bawah umur di panti tersebut.

Peristiwa itu terungkap setelah pembina yayasan panti asuhan itu mendapat pengaduan dari petugas kebun, bahwa salah satu siswi mengaku telah dilecehkan oleh pengasuh panti berinisial D (41).

 Baca juga: Beredar Foto Wajah Herry Wirawan Babak Belur, Guru Pemerkosa Santriwati Dipukul di Tahanan?

Kemudian kasus ini diadukan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) KBB. Setelah dilakukan penelusuran ternyata ada tiga perempuan penghuni panti menjadi korban aksi pencabulan oknum pengasuh panti tersebut.

"Kami bersama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) pihak kecamatan, desa, dan kepolisian langsung menindaklanjuti laporan tersebut," kata Wakil Ketua KPAI, KBB, Prihatin Mulyati, Senin (20/12/2021).

Baca juga:  Santriwati Jadi Korban Kekerasan Seksual Guru, Psikiater: Dampaknya Panjang

Dikatakannya, ketiga anak yang menjadi korban pelecehan itu masih di bawah umur. Pelecehan yang dilakukan pelaku dilakukan berbagai bentuk, mulai dari merangkul, mencium, hingga tindak pencabulan yang dilakukan di hotel kawasan Lembang.

Untuk sementara waktu, tiga orang korban pencabulan itu dititipkan ke rumah pemilik yayasan di Bandung karena trauma secara psikologis. Bahkan ada di antaranya yang sempat putus asa dengan berniat hendak bunuh diri.

"Kami dari KPAI dan DP2KBP3A berjanji untuk memberikan pendampingan hingga kondisi para korban pulih," tuturnya.

Dirinya pun meminta masyarakat sekitar tetap bijak dalam menyikapi kejadian ini untuk menjaga psikologis korban, anak-anak penghuni panti lain, dan keluarganya. Sementara untuk penanganan kasus selanjutnya diserahkan pada aparat kepolisian.

"Kasusnya sudah diserahkan pada penegak hukum dan kami menginginkan pelaku dihukum berat karena telah merusak masa depan korban," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini