Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Skandal dan Kudeta Mengguncang Kerajaan Sunda Galuh Sebelum Disatukan Prabu Siliwangi

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 24 Desember 2021 |05:25 WIB
Skandal dan Kudeta Mengguncang Kerajaan Sunda Galuh Sebelum Disatukan Prabu Siliwangi
Kerajaan Sunda dan Galuh. (Foto: Wikipedia)
A
A
A

KERAJAAN Galuh dan Sunda merupakan dua kerajaan berbeda sebelum akhirnya disatukan oleh Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja. Tetapi selama masa kedua kerajaan itu konflik, persoalan internal, skandal, hingga kudeta mewarnai kisah kerajaan di bumi Jawa Barat kala itu. Bahkan Kerajaan Sunda pernah dipimpin oleh seorang raja yang kerap membuat skandal. 

Tamperan Barmawijaya, raja ketiga Kerajaan Sunda yang sebelumnya bernama Kerajaan Galuh merupakan penerus tahta dari Sanjaya Harisdarma.

Dikisahkan pada buku “Hitam Putih Mahapatih Gajah Mada" karya Sri Wintala Achmad, Tamperan mewarisi watak Mandiminyak yang suka berskandal. Perselingkuhan dengan Pangrenyep hingga melahirkan Kamarasa (Banga) menjadikan Tamperan dan Pangrenyep sama - sama menderita batin. 

Tamperan dan Pangrenyep sebagai orang Sunda, mereka kurang disukai. Tamperan yang menjadi penguasa Sunda, diam - diam mendapat ancaman dari Manarah (Ciung Wanara) yang mendapat dukungan Ki Balangantrang dari Geger Sunten mempersiapkan rencana untuk merebut tahta. 

Pada siang hari bertepatan pesta sabung ayam, pasukan Manarah menyerbu. Kudeta Manarah menuai hasil, dalam waktu singkat, kekuasaan Tamperan dapat dikuasai oleh Manarah. Tamperan, Pangrenyep, dan Banga ditawan di gelanggang sabung ayam. Tetapi Banga sang anak Tamperan, akhirnya dibiarkan bebas. 

Namun Banga pulalah yang membantu Tamperan dan Pangrenyep bebas dari jeratan Manarah. Nahas saat keduanya keluar dari tawanan Manarah, usaha Tamperan dan Pangrenyep, yang akan melarikan diri pada malam hari kandas. Keduanya tewas dihujani ribuan panah oleh pasukan Geger Sunten. 

Baca juga: Terpecahnya Wilayah Kekuasaan Tarumanagara Jadi Kerajaan Sunda dan Galuh

Tewasnya Tamperan didengar oleh Sanjaya yang telah memerintah di Kerajaan Medang Mataram Kuno periode Jawa Tengah. Sanjaya pun segera mengerahkan pasukannya untuk menyerang Galuh. Manarah yang mendapatkan laporan dari telik sandi telah bersiaga untuk menghadapi pasukan Mataram. 

Dengan mendapat dukungan sisa-sisa pasukan Indraprastha Wanagiri dan raja - raja Kuningan, pasukan Galuh bertempur melawan pasukan Medang. Perang besar sesama trah Wretikandayun itu berakhir setelah Raja Resi Demunawan dari Saunggalah melalui Perjanjian Galuh, menghasilkan kesepakatan. Di perjanjian itu dihasilkan keputusan bahwa Galuh diserahkan pada Manarah dan Sunda pada Banga. 

Perjanjian tersebut pula menetapkan bahwa Banga menjadi raja bawahan. Sekalipun kurang berkenan, namun Banga tetap menerima kedudukan itu. Untuk memperteguh Perjanjian Galuh, Manarah dan Banga dijodohkan dengan kedua cicit Demunawan. Manarah menjadi Raja Galuh bergelar Prabu Jayaprakosa Mandaleswara Salakabuana itu dinikahkan dengan Kancanawangi. 

Sementara Banga yang menjabat sebagai Raja Sunda bergelar Prabu Kretabuana Yasawiguna Aji Mulya dinikahkan dengan Kancanasari. Dari perkawinannya dengan Kancanasari, Banga memiliki putra bernama Rakryan Medang yang kelak menjabat sebagai Raja Sunda bergelar Prabu Hulukujang yang memerintah pada 766 - 783. 

Karena anaknya perempuan, Rakryan Medang mewariskan kekuasaannya pada Rakryan Hujungkulon atau Prabu Gilingwesi menantunya yang berkuasa di Sunda pada 783 - 795. Tetapi Rakryan Hujungkulon hanya memiliki anak perempuan, maka kekuasaan Sunda jatuh ke Rakryan Diwus atau Prabu Pucukbumi Dharmeswara, menantunya yang berkuasa pada 795 - 819. 

Kemudian dari Rakryan Diwus kmi kekuasaan Sunda jatuh ke Rakryan Wuwus, putranya yang menikah dengan putri Welengan, Raja Galuh pada tahun 806 - 813. Kekuasaan Galuh kemudian jatuh pada Rakryan Wuwus saat Prabu Linggabhumi saudara iparnya mangkat. Selama menjabat raja Sunda, Rakryan Wuwus bergelar Prabu Gakahkulon. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement