"Bukan itu yang saya maksud," ujar Wismoyo. Setelah itu Prabowo berkata, "Teropong pandang siap." tegasnya. Ternyata jawaban Prabowo itu salah kembali.
Wismoyo pun meminta Prabowo untuk tidak meninggalkan sholat lima waktu meskipun berada dalam keadaan perang.
"Bukan itu yang saya maksud, kau ini masih muda, tapi kau sudah tanggung jawab 100 nyawa tanggung jawabmu. Keluarga mereka titip 100 nyawa di pundakmu. Kau menghadapi maut, harus dekat dengan Tuhan. Sudah siap belum? Kau sudah menghadap Yang Maha Kuasa belum? Ingat, Komandan itu harus dekat sama Tuhan. Kamu harus banyak sembayang," ujar Wismoyo.
"Siap," jawab Prabowo.
Wismoyo pun meminta Prabowo untuk bertandang ke rumahnya sebelum berangkat ke Timor Timur. "Nanti malam menghadap ke rumah saya sebelum ke lapangan terbang Halim. Ada sesuatu yang mau saya kasih kau," ujarnya.
Setelah tiba di rumah Wismoyo Arismunandar, Prabowo langsung mendapatkan sesuatu dari Komandannya itu yaitu sebuah sajadah.
"Nih ada sesuatu untuk kamu," ujar Wismoyo sambil membawa sajadah untuk Prabowo. " Ini, kamu komandan pasukan, harus banyak menghadap Tuhan," tutupnya.
Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar adalah purnawirawan perwira tinggi TNI-AD yang pernah menjabat sebagai KSAD pada tahun 1993 sampai 1995 dan Pangkostrad periode 1990 sampai dengan 1993.
Wismoyo adalah penggerak kekompakan seluruh kepala staf saat itu termasuk Kapolri dalam setiap kebijakan, bahkan di eranya setiap kepala staf memiliki agenda bergantian mengunjungi kesatuan angkatan lain.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.