Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Ali Moertopo dan Benny Moerdani dalam Kasus Penembakan Misterius

Alvin Agung Sanjaya , Jurnalis-Minggu, 26 Desember 2021 |06:05 WIB
Kisah Ali Moertopo dan Benny Moerdani dalam Kasus Penembakan Misterius
Ali Moertopo (Foto: Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Aparat menganggap tugas mereka adalah wujud kewajiban dalam menjaga ketertiban. Namun seiring waktu berjalan, masyarakat Indonesia mengenal masa tersebut sebagai titah kelam yang pernah diciptakan rezim Orde Baru (Orba).

Orang-orang menyebutnya penembakan misterius, atau populer dengan julukan "petrus."

Kemunculan pertama petrus, mengutip penelitian David Bourchier berjudul "Crime, Law, and State Authority", terjadi di Yogyakarta pertengahan Maret 1983. Saat itu, sasarannya adalah bromocorah, gali, dan preman. Di bayangan rezim Soeharto, orang-orang macam itu hanya mengganggu stabilitas negara, dan karena itu harus dilenyapkan.

Baca juga: Korban Penembakan Misterius Era Orde Baru Capai 10.000 Orang?

Kemunculan petrus tak serta merta sebatas berkorelasi dengan tujuan ketertiban dan keamanan. Kelahiran operasi petrus disebabkan adanya konflik yang dialami Golkar menjelang dan sesudah Pemilu 1982.

Dalam rangka menjaga kursi kekuasaannya, Soeharto meminta Ali Moertopo, menjabat Wakil Kepala BAKIN—sekarang Badan Intelijen Negara—untuk menggalang suara. Yang dilakukan Ali, lewat Operasi Khusus (Opsus) ialah "membina" para preman atau residivis dalam organisasi tertentu, seperti The Prems (Jakarta), Yayasan Fajar Menyingsing (Jawa Tengah), atau Massa 33 (Jawa Timur).

Baca juga: Cerita Benny Moerdani, Sosok di Balik Penembakan Misterius di Era Orde Baru?

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement