Sebelumnya, Suharyanto menyebut wilayah Jawa masih paling banyak mendominasi kejadian bencana alam. Sehingga diperlukan peningkatan tahap penanggulangan bencana.
"Kemudian daerah yang paling banyak bencana di dominasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur kemudian disusul oleh Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Daerah yang merah ini perlu peningkatan tahap penanggulangan bencana dari mulai mitigasi, edukasi dan penanganan darurat dan ini PR kita bersama," kata Suharyanto dalam Youtube Kemenko PMK, Rabu (29/12).
Suharyanto menyebut jumlah frekuensi bencana di Indonesia yang tercatat di penghujung tahun 2021 menurun dari tiga tahun terakhir. Adapun data jumlah bencana tahun 2018 sebanyak 3.397, tahun 2019 sebanyak 3.814, dan tahun 2020 sebanyak 4.649.
"Melihat dan jumlah frekuensi bencana saat ini Indonesia di penghujung tahun ini ada 3.058 bencana ini merupakan angka yang menurun dalam tiga tahun terakhir," tutupnya.
Baca juga: Bencana Paling Banyak Terjadi di Jawa Sepanjang 2021, BNPB : Penanggulangan Harus Ditingkatkan
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.