Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pria Mabuk Ngaku Jadi Korban Begal, Polisi Sulit Gali Info karena Bicaranya Ngelantur

Adi Haryanto , Jurnalis-Kamis, 30 Desember 2021 |16:50 WIB
Pria Mabuk <i>Ngaku</i> Jadi Korban Begal, Polisi Sulit Gali Info karena Bicaranya Ngelantur
Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)
A
A
A

BANDUNG BARAT - Video pria mabuk yang menjadi korban pembegalan di sekitar Jembatan BBS, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), viral di media sosial.

Pria berinisial M tersebut, mengaku menjadi korban begal dan kehilangan dompet berisi uang serta HP setelah dicegat dan diserang oleh lima begal yang menggunakan motor berboncengan.

Akibat kejadian itu dia datang ke Mapolsek Batujajar untuk melaporkan kejadian tersebut, pada Rabu (29/12/2021), dini hari. Namun karena dalam keadaan mabuk laporan yang disampaikan tidak jelas.

"Pria itu datang ke Mapolsek Batujajar dalam kondisi mabuk, sehingga keterangan tidak jelas. Dia bilang HP dan dompetnya diambil oleh begal," ungkap Kapolsek Batujajar, AKP Nana Supriatna, Kamis (30/12/2021).

Pihaknya lalu menginterogasi lebih detail dan meminta nomor kontak HP-nya untuk dicek menggunakan aplikasi. Setelah dilakukan pengecekan ponsel pria tersebut ada di daerah Jembatan BBS. Lalu petugas mendatangi lokasi karena saat itu ponselnya masih aktif.

"Saat datang ke lokasi, ponselnya ditemukan di rumput. Tapi keterangan korban tidak jelas karena dalam pengaruh alkohol," sebutnya.

Dikatakannya, ponsel pria tersebut ditemukan di wilayah hukum Polsek Cililin, sehingga pihaknya langsung mengarahkan untuk membuat laporan ke Mapolsek Cililin. Saksi-saksi dan video yang dibuat oleh salah satu anggota ormas yang menyatakan bahwa yang bersangkutan dibegal juga sudah diserahkan.

Terkait pembegalan, Nana belum bisa membuktikan karena harus dilakukan penyelidikan terlebih dahulu. Namun, hingga saat ini pria itu tidak membuat laporan ke Mapolsek Cililin. Sejak awal pun pengakuan pria tersebut sudah banyak kejanggalan, sehingga masih harus dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Dia itu pekerjaannya ojek online, tapi kalau dibegal biasanya dipinggir jalan raya, tapi ini kan masuk ke dalam gang dan lingkungan kontrakan. Makanya masih harus dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kejadian yang sebenarnya," kata dia.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement