Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jenderal Wismoyo, Komandan Kopassus yang Tidak Pernah Putus Salat Malam dan Puasa Sunah

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 31 Desember 2021 |06:21 WIB
Jenderal Wismoyo, Komandan Kopassus yang Tidak Pernah Putus Salat Malam dan Puasa Sunah
Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar. (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar punya banyak prestasi di bidang militer. Ternyata, sikap pemberaninya sudah muncul sejak kecil. Sang jenderal suka berkelahi demi membela teman-temannya yang lemah.

Wismoyo merupakan mantan Danjen Kopassandha atau yang kini bernama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) periode 1983-1985, seperti dikutip dari Sindonews.com.

Sederet prestasi dan pengalamannya mulai dari penumpasan pemberontak bersenjata PGRS/Paraku di Kalimantan, G30S/PKI, Operasi Guntur dan Operasi Kilat 1 menumpas komplotan DI/TII pimpinan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan hingga Operasi Wibawa di Irian Barat sekarang bernama Papua.

Wismoyo merupakan putra bungsu dari pasangan R Arismunandar dan Sri Wuryan. Sedari kecil, Wismoyo yang memiliki tubuh besar juga kerap dimintai bantuan oleh kakak-kakaknya jika berkelahi dengan orang lain.

Tak ayal, keberanian dan loyalitasnya terhadap teman dan orang terdekatnya itu terus terbawa hingga Wismoyo dewasa dan memimpin pasukan.

Selepas SMA, Wismoyo memutuskan untuk menjadi tentara. Keinginannya menjadi prajurit TNI tidak lepas dari lingkunganya. Selain pernah tinggal di dekat asrama tentara saat di Madiun, rumah Wismoyo juga seringkali didatangi pamannya bersama Bambang Sugeng, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-3 saat tengah bergerilya melawan Belanda. Hal itulah yang membulatkan tekad Wismoyo untuk terjun ke dunia militer.

Lulus Akademi Militer Nasional (AMN) kini Akademi Militer (Akmil) 1960 dengan pangkat Letnan Dua (Letda), Wismoyo langsung bergabung dengan Korps Baret Merah, pasukan elite TNI Angkatan Darat (AD).

Baca juga: Makam Wismoyo Arismunandar Dekat dengan Pusara Soeharto dan Ibu Tien

Belum lama bergabung dengan Kopassandha, Wismoyo langsung mendapat tugas menumpas pemberontakan bersenjata DI/TII pimpinan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan yang dilanjutkan dengan menumpas G30S/PKI di sejumlah daerah.

Keberhasilannya membuat Wismoyo diangkat menjadi Komandan Pengawal Pribadi (Danwalpri) Presiden Soeharto. Sebuah tugas yang hanya diberikan kepada prajurit-prajurit pilihan.

Sebagai Danwalpri, Wismoyo bertanggung jawab terhadap keamanan dan keselamatan presiden dan keluarganya. Karenanya, dalam melaksanakan tugas pengamanan, Wismoyo selalu melekat di mana pun Presiden Soeharto berada.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement