JAKARTA - Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman yang kini berubah menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman pamit dari kegiatan deteksi Covid-19. Tugasnya diambil alih oleh Kedeputian Infratrsuktur Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Hal tersebut seiring dengan peleburan sejumlah lembaga riset termasuk Eijkman ke dalam BRIN.
"Mulai tanggal 1 Januari 2022, kegiatan deteksi Covid-19 di PRBM Eijkman akan diambil alih oleh Kedeputian Infrastruktur Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional. Selamat Tahun Baru 2022. Salam sehat, WASCOVE. Bersama, kita pulih kembali. Kami pamit," tulis akun resmi PRBM Eijkman @eijkman_inst dikutip Minggu (2/1/2022).
Baca Juga: Eijkman Targetkan Produksi Vaksin Merah Putih Penuhi 50% Kebutuhan dalam Negeri
Dalam dokumen yang diunggah dalam cuitan tersebut, dijelaskan bahwa Tim Waspada Covid-19 Lembaga Eijkman (WASCOVE) merupakan tim yang dibentuk untuk menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Selama pandemi Covid-19, tim WASCOVE berperan dalam deteksi dan penelitian virus SARS-CoV-2 termasuk penelitian Plasma Konvalesen dan pengembangan Vaksin Merah Putih.
Sampai tanggal 31 Desember 2021, WASCOVE telah:
1. Mendistribusikan lebih dari 155.000 VTM (Viral Transport Medium) ke 33 provinsi di Indonesia;
2. Memeriksa lebih dari 95.000 sampel COVID-19 dari 351 fasyankes;
3. Submit 2.345 Whole Genome Sequence SARS-CoV-2 ke GISAID dengan 550 sequence tambahan yang sedang dianalisis;
4. Mendapat penghargaan Top 5 Kategori Replikasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; dan
5. Mendapat penghargaan GOLD AWARD dalam kategori Inovasi IT Kesehatan Indonesia Healthcare Innovation Award V 2021.
Baca Juga: Dorong Keterlibatan Swasta, BRIN Integrasikan Sejumlah Lembaga Riset
Sebelumnya diberitakan, Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko pada acara Sarasehan Arah Riset Biologi Molekuler di BRIN yang diselenggarakan di Auditorium Eijkman, Jakarta, Selasa 28 Desember 2021. Perubahan status LBM Eijkman menjadi PRBM Eijkman ditandai dengan serah terima simbolis manajemen dari Kepala LBM Eijkman periode 2014 – 2021, Amin Soebandrio kepada Plt. PRBM Eijkman, Wien Kusharyoto.
“Masuknya Lembaga Biologi Molekuler Eijkman kepada BRIN yang menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman maka kompetensi para periset biologi molekuler akan semakin meningkat. Apalagi selama ini LBM Eijkman sudah memiliki budaya riset yang tinggi, maka budaya ini tentunya akan menjadi PR bagi Kepala Pusat yang baru,” ujar Handoko dalam keterangannya yang dikutip dari situs BRIN.
Handoko menambahkan, secara umum, budaya riset di Indonesia masih tergolong rendah, maka dengan integrasi ini budaya riset yang selama ini menjadi permasalahan akan meningkat. Apalagi, hingga saat ini Riset tentang kesehatan hanya ada di Eijkman.
“Untuk itulah itu kita berjuang untuk melakukannya menjadi lebih baik. Dan para Periset di Eijkman diharapkan dapat merekrut para periset muda untuk memperkuat kompetensi yang ada,” ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.