Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PERISKOP 2022 : Waspada Ancaman Omicron

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 04 Januari 2022 |18:18 WIB
PERISKOP 2022 : Waspada Ancaman Omicron
Ilustrasi (Freepik)
A
A
A

EPIDEMIOLOG dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, menilai virus corona (Covid-19) masih berpotensi menjadi ancaman  pada 2022. Dicky pun menyoroti kasus Covid-19 varian Omicron yang belakangan merebak di Tanah Air. Ia juga berpandangan tak menutup kemungkinan terjadi lonjakan kasus, walau tak sebesar Januari atau Juni 2021.

Ia mengatakan, merujuk situasi di negara-negara lain, diduga kuat 90% terinfeksi orang yang terinfeksi Omicron tidak bergejala maupun bergejala ringan.

"Jadi seperti flu, demam, batuk-batuk. Itu sesuatu yang membuat masyarakat hampir tiap tahun dirasakan. Ini yang membuat akan sulit diam di rumah atau dia berkeliaran kalau kesadaran terhadap risiko menyebarkan atau literasi terhadap perilaku baru new normal belum membudaya," katanya kepada Okezone, Selasa (4/1/2022).

Dicky menjelaskan, penderita Omicron baik bergejala maupun tidak bergejala harus tetap waspada lantaran masih adanya potensi untuk menularkan ke orang lain. Selain itu, menurutnya, hal ini juga berpotensi mengakibatkan long Covid-19, yang sekira 10-30 persen dapat menurunkan kualitas kehidupan dan kesehatan. Menurut Dicky, Omicron juga dapat merusak organ vital.

"Tidak bergejala bukan berarti tidak bisa menularkan. Artinya dia bisa menularkan ke kelompok rawan, anak ibu, kelompok lansia atau komorbid," ucapnya.

Hal ini, kata dia, dapat menjadi potensi ancaman Omicron dan varian selanjutnya pada 2022.

 

Dicky mengatakan, hal ini pada akhirnya dapat membebani fasilitas kesehatan. Karena itu, menurutnya, pemerintah harus tetap bersiap mencegah jika nantinya terjadi lonjakan kasus yang membebani faskes.

Pasalnya, ia memperkirakan potensi lonjakan Covid-19 dapat terjadi pada akhir Februari 2022, walaupun tidak separah saat lonjakan kasus varian Delta pada 2021.

Baca Juga : Omicron Merebak, Ketua DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Kembali PTM 100 Persen

"Menurut saya prediksi baru mungkin akhir Februari atau Maret mulai kelihatan banyak ya kasus yang datang ke RS, walaupun sekali lagi ini potensinya moderate dan tidak atau belum terlihat akan sebesar Delta," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement