Share

Taliban Dilaporkan Perintahkan Penggal Kepala Manekin di Toko, Dianggap Berhala

Susi Susanti, Okezone · Kamis 06 Januari 2022 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 18 2528467 taliban-dilaporkan-perintahkan-penggal-kepala-manekin-di-toko-dianggap-berhala-6LGNhoRxz0.jpg Boneka manekin (Foto: AFP)

HERAT - Taliban telah memerintahkan toko pakaian di provinsi Herat, Afghanistan untuk memenggal kepala semua manekin karena dianggap sebagai "berhala".

Menurut surat kabar The Times, keputusan itu dikeluarkan minggu lalu oleh kantor lokal Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, yang diklaim menegakkan pembacaan Hukum Syariah Taliban di provinsi barat.

Para pejabat Taliban awalnya ingin pemilik toko menghancurkan boneka itu sama sekali karena menggambarkannya sebagai "patung" yang sedang "disembah." Namun, pemilik toko menolak gagasan itu, dengan alasan bahwa itu akan berdampak buruk pada bisnis mereka yang sudah anjlok. Taliban akhirnya mengalah dan menyuruh pemenggalan kepala manekin saja. Bagi mereka yang melanggar akan dikenai hukuman berat.

Berbicara dengan surat kabar Italia la Repubblica, seorang pemilik toko mengeluh jika perintah Taliban akan membuat kerugian finansial bagi bisnis, karena setiap manekin berharga antara USD70 (Rp1 juta) dan USD100 (Rp1,4 juta).

 Baca juga: Taliban Gelar Razia, Agen Intelijen Afghanistan Buang 3.000 Liter Miras ke Selokan

Dilihat dari video tak terverifikasi yang beredar di media sosial, seorang pria terlihat memenggal manekin dengan gergaji besi. Beberapa pemilik toko pun telah memilih untuk mematuhi keputusan tersebut.

Seperti diketahui, Taliban terkenal karena melucuti sebagian besar kebebasan mereka ketika pertama kali berkuasa pada pertengahan 1990-an. Ketika kelompok itu mengambil alih negara pada Agustus tahun lalu, mereka bersumpah untuk menghormati hak-hak perempuan dalam lingkup Hukum Syariah.

Baca juga: Taliban Larang Wanita Bepergian Sendirian Jarak Jauh, Harus Ditemani Kerabat Laki-Laki

Namun, seiring berjalannya waktu, penguasa baru memberlakukan semakin banyak pembatasan pada perempuan Afghanistan, yang secara efektif melarang mereka mengenyam pendidikan menengah dan pekerjaan. Salah satu dekrit terbaru semacam ini diumukan pada akhir Desember yang melarang perempuan bepergian lebih jauh dari 72km (45 mil) dari rumah mereka tanpa pendamping laki-laki.

UNICEF juga telah melaporkan kasus anak perempuan yang baru lahir dijual oleh orang tua mereka untuk pernikahan di masa depan ketika negara itu jatuh ke dalam krisis ekonomi yang mendalam karena tidak adanya dana Barat yang menopang pemerintah sebelumnya.

Aturan ultra-agama Taliban juga memengaruhi kehidupan pria. September tahun lalu, kelompok itu melarang penata rambut di provinsi Helmand mencukur jenggot. Pengemudi juga dilarang memutar musik di kendaraan mereka, dan mereka harus berhenti saat waktu salat di “tempat yang layak.”

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini