Gaya arsitektur dunia air ini masih terlihat di beberapa sungai di Asia Tenggara hingga saat ini. Rumah-rumah dibangun di atas rakit dan diikat menjadi semacam kota terapung.
2. Sriwijaya Menguasai Selat Malaka
Saat masa kejayaannya, Sriwijaya merupakan kerajaan kuat dan makmur yang menguasai Selat Malaka yang menjadi jalur perdagangan antara Timur dan Barat antara pertengahan tahun 600-an dan 1025.
Pengaruh kerajaan Sriwijaya memudar ketika terjadi peperangan dengan dinasti Chola di India. Sejak saat itu, pengaruh Sriwijaya menurun, meskipun perdagangan di sana berlanjut selama dua abad.
Pangeran terakhir Sriwijaya, Parameswara berusaha untuk mendapatkan kembali kendali atas perdagangan di wilayah tersebut pada tahun 1390-an, tetapi ia dikalahkan oleh pasukan Majapahit dari Jawa.
Baca juga: 5 Prasasti Kutukan di Kerajaan Sriwijaya, Isinya Mengerikan
3. Sejumlah Penemuan Harta Karun di Sungai Musi
The Guardian menyebutkan harta karun yang ditemukan di Sungai Musi luar biasa. Itu termasuk patung Buddha abad ke-8 yang bertatahkan permata yang nilainya ditaksir mencapai jutaan poundsterling dan permata yang biasa digunakan seorang raja.
Baca juga: Penyebab Hubungan Erat Kerajaan Sunda Galuh dengan Sriwijaya-Majapahit
Sementara Kingsley mengatakan penemuan harta karun di sungai Musi terus terjadi dalam lima tahun belakangan ini, seperti koin dari semua periode, patung emas dan Buddha, permata, dan berbagai perhiasan emas lainnya.
Penemuan harta karun itu menjadi bukti definitif bahwa Kerajaan Sriwijaya adalah 'dunia air' seperti yang dicatat oleh teks-teks kuno. Ketika peradaban berakhir, seluruh istana, kuil-kuil, dan rumah mereka tenggelam bersama isinya.