Share

Tak Ingin Paksakan PTM 100 Persen, Wali Kota Malang Izinkan Pembelajaran Daring dengan Alasan Jelas

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 07 Januari 2022 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 519 2528765 tak-ingin-paksakan-ptm-100-persen-wali-kota-malang-izinkan-pembelajaran-daring-dengan-alasan-jelas-Z16rZZqoCa.jpg Pembelajaran tatap muka (Foto: Avirista Midaada)

MALANG - Wali Kota Malang Sutiaji tak ingin memaksakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen ke seluruh sekolah di Malang. Hal ini disebabkan masih ada beberapa sekolah yang dinilainya belum siap menerapkannya.

"Makanya saya normatif saja, kondisinya saya lihat tidak harus 100 persen di semua sekolah saya kira. Mana yang siap kita dahulukan. Kami pastikan bahwa kapan harus memulai, harus ada kepastian, saya cek semuanya," ucap Sutiaji, saat ditemui di Balai Kota Malang, Jumat (7/1/2022).

Tetapi bila ada orang tua yang merasa keberatan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, ia mempersilakan dengan alasan-alasan yang jelas. Mengingat kualitas menurun imbas pelaksanaan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19.

"Jadi alasannya harus jelas, kan yang sudah ada yang nanggung pemerintah pusat sudah nyampaikan, bahwa pemerintah sudah membolehkan tatap muka 100 persen ya harus kita lakukan itu," katanya.

Baca juga: PTM 100 Persen, Kapolri: Kita Jaga Agar Tak Munculkan Klaster 

"Makanya alasannya untuk apa, kita harus Bangun disiplin, karena efektivitas daring sama tatap muka masih (lebih baik) saat ini yang tatap muka," imbuhnya.

Sutiaji meyakinkan kepada masyarakat bahwa penerapan pembelajaran tatap muka 100 persen di Kota Malang sudah aman. Mengingat capaian vaksinasi Covid-19 tenaga pendidik dan guru yang sudah di atas 80 persen, sesuai aturan yang diputuskan oleh empat menteri.

 Baca juga: Orangtua Siswa Dukung PTM 100% di Jakarta, Ini Alasannya

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Tak hanya itu, angka tracing dan testing di Kota Malang juga diklaim terus membaik, sehingga ketika ada murid atau seseorang yang terpapar Covid-19 saat pembelajaran tatap muka, hal itu bisa dilacak.

"Ketika ada yang terpapar maka tracing juga akan kita lakukan secara ketat. Itu artinya ketika ada pembelajaran tatap muka 100 persen pun masyarakat tidak usah was-was, saat ini yang lagi kita gencarkan vaksinasi di anak usia 6 - 11 tahun," ungkap dia.

Saat ini dikatakan Sutiaji, ada 30 ribuan, dari target vaksinasi 70 ribu anak-anak di usia 6 - 11 tahun di Kota Malang yang diklaim telah tervaksin Covid-19.

"Dari jumlah 70 ribu kita masih di angka kurang dari 50 ribu, sasaran untuk vaksinasi usia 6 - 11 tahun. Jadi angkanya masih di angka 30an ribu, itu dua hari kemarin. Mudah-mudahan Sekarang terus merangkak, harapan kami di pertengahan bulan Januari 2022 ini. Maksimal sudah terselesaikan," tuturnya.

Ia juga menegaskan bila dalam proses pembelajaran tatap muka ditemukan kasus positif Covid-19, maka akan dilihat dan dievaluasi kembali PTM 100 persen tersebut. "Itu kondisional, kalau kita lihat perkembangannya di kami bisa menekan, saat ini bahwa Indonesia termasuk berhasil 180 hari masih angkanya masih bisa terkendali, Malang termasuk juga bagus," tukasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini