Share

Kala Ibu Tukang Ojek Menangis di Depan Mensos Risma

Widya Michella, MNC Media · Minggu 09 Januari 2022 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 09 340 2529412 kala-ibu-tukang-ojek-menangis-di-depan-mensos-risma-qrSpssonoZ.jpg Mensos Tri Rismaharini bertemu dengan Rosita, ibu dari seorang anak penderita hidrosefalus di Desa Pabuaran, Sukabumi, Jawa Barat. 7 Januari 2022. (Foto: Humas Kemensos).

SUKABUMI - Ibu tukang ojek, Rosita tak kuasa menahan air matanya dan terharu, saat Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini hadir di rumahnya yang sederhana di Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi pada Jumat, (7/1/2022).

Mensos ingin mengetahui dari dekat kondisi anak kedua Rosita, M. Parhan Kulyubi yang tergolek di tempat tidur karena mengalami hidrosefalus. Dengan duduk di atas karpet, Mensos mulai berbincang dengan Rosita, orangtuanya dan anggota keluarga dan bertanya tentang kondisi Parhan dan riwayat pengobatannya termasuk juga bagaimana Rosita banting tulang menghidupi keluarga.

BACA JUGA: Kemensos Gandeng Kitabisa Beri Bantuan Raisya Pengidap Hidrosefalus di Depok

Kepada Mensos, Rosita menceritakan kondisinya sebagai orangtua tunggal dari dua anak. Sehari-hari, perempuan 36 tahun itu bekerja sebagai buruh cuci motor dekat rumah, dan terkadang mengojek. “Saya nyuci motor bu. Kadang-kadang juga ngojek,” kata Rosita dikutip dalam rilis resmi Kemensos, Minggu,(09/1/2022).

Tuntutan untuk menghidupi keluarganya dengan bekerja di luar rumah, membuat anak pertamanya Silvi Puspasari (14 tahun), harus menunggui adiknya, Parhan Kulyubi (4 tahun).

“Ibu minta apa? Bekerja yang ibu bisa sambil menunggui anak?”ujar Mensos bertanya.

“Ya bantuan warung saja bu.”kata Rosita.

“Ya saya bantu. Nanti rumahnya direnovasi untuk usaha warung. Saya bantu juga ternak ayam petelur ya. Jadi nanti telurnya bisa untuk dimakan,”ucap Mensos.

Rosita pun menyadari hal yang berbeda pada putranya saat Parhan berusia 5 bulan. Pada pemeriksaan rutin di Posyandu, dan diukur lingkar kepalanya, Parhan kedapatan ukuran kepalanya di atas normal.

BACA JUGA: Mensos Risma: Secara Pribadi Saya Dukung Herry Wirawan Dihukum Kebiri!

Petugas Posyandu menyarankan agar Rosita memeriksakan Parhan ke Puskesmas atau rumah sakit. “Saya pernah membawa Parhan berobat dan sudah pernah dioperasi pada saat berusia 14 bulan,”tutur Rosita kepada Mensos.

Menurut hasil pemeriksaan dokter, ditemukan adanya cairan di kepala Parhan tahun 2019. Selanjutnya, Rosita merasakan ada yang berbeda dari fisik putranya, seperti timbulnya bercak putih-putih pada kornea mata.

Pengobatan Parhan kemudian tidak bisa berlanjut, karena karena terkendala biaya. “Kartu BPJS saya diblokir karena menunggak,” katanya. Atas keterangan Rosita dan keluarga dekat, Mensos meminta aparat desa dan dinas sosial memastikan nama Rosita masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bisa mendapatkan bantuan sosial.

“Kita akan berikan bantuan sosial PKH dan BPNT. Kemudian juga diberikan modal usaha warung,”tutur mantan Wali Kota Surabaya ini.

Pada pertemuan tersebut, keluarga juga menyetujui tawaran Mensos Risma yang akan membawa Parhan ke Jakarta, untuk menjalani pengobatan dan terapi. “Parhan masih bisa disembuhkan. Harus cepat diobati,”ujar dia.

Kemensos melalui Balai Phala Martha Sukabumi, telah melakukan sejumlah langkah intervensi untuk membantu Rosita. Yakni dengan memberikan bantuan ATENSI berupa dukungan pemenuhan hidup layak yang terdiri dari: beras, telur, minyak, kecap, tepung terigu, kacang hijau, gula merah, susu, biskuit, makanan ringan, kasur, selimut, bantal dan mainan anak.

Balai Phala Martha juga memberikan dukungan psikososial kepada Rosita agar tetap semangat, dan tabah dalam menjalani segala tantangan. Petugas balai juga berkoordinasi dengan desa dan kecamatan untuk pengaktifan kembali BPJS yang sudah diblokir, dan dengan perawat dan dokter terkait kebutuhan pengobatan yang terbaik untuk Parhan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini