JAKARTA - Dalam perayaan HUT ke-49 PDI Perjuangan (PDIP), Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengenang saat-saat ia baru bergabung di PDI sebelum berganti nama menjadi PDIP. Kala itu, PDI selalu mendapatkan lapangan yang berukuran kecil saat kampanye, karena PDI hanya dianggap partai "wong cilik" dan partai "sendal jepit".
"Setelah itu, karena pemilu kan kampanye, saya mulai melihat kita selalu diberi lapangan yang kecil, dianggap PDI itu kecil, dibilang partai wong cilik, partai sandal jepit, kalau tidak salah di DPR waktu itu hanya 28 anggota pada waktu itu," kata Megawati dalam pidato HUT ke-49 PDIP secara daring, Senin (20/1/2022).
Baca juga: Ekspresi Haru Megawati saat Kenang Pengalaman sebagai Anggota DPR
Tapi, Mega melanjutkan, setelah itu lapangan kecil sudah tidak cukup lagi untuk PDI, karena mulai berdatangan truk dengan anak muda yang memenuhinya, dan di belakangnya selalu ada beberapa orang tua. Mereka rata-rata adalah massa pendukung PNI, karena mereka menyemangati Mega untuk melanjutkan perjuangannya dan mereka akan membantu.
"Tapi setelah itu, tidak cukup lagi kami namanya diberi lapangan kecil, saya sendiri mulai berpikir, karena mulai datang truk, truk penuh dengan anak muda tapi di belakangnya saya selalu melihat 2 atau 3 orang tua, jangankan nama, tapi saya tahu mereka yang datang dari kalangan PNI yang waktu itu mengatakan kepada saya, teruskan jeng Mega kami bantu, hanya begitu," kenangnya.
Baca juga: Megawati : Kemenangan Pemilu Tak Ada Artinya jika Tidak Perjuangkan Kehidupan Rakyat